-->

Pages

Friday, October 26, 2012

Parkour Jakarta Singkirkan Imej Ekstrim
















sumber artikel:
Walau ini adalah berita lama namun masih layak untuk di muat, karana saya pikir ini bisa sebagai wawasan bagi temen2 untuk tidak menganggap Parkour itu EXSTRIM..... Jakartapress.com - Melihat atraksi loncat-meloncat dari atap gedung satu ke gedung lain, pasti membuat jantung berdebar. Tapi kengerian itu berubah menjadi rasa takjub tatkala loncatan itu dilakukan dengan indah dan gesit.

Ya, itulah atraksi dilakukan Komunitas Parkour, memukau puluhan pasang mata yeng melihat atraksi mereka.
Atraksi parkour memang tergolong baru di Indonesia. Banyak orang belum tahu tentang Parkour, bahkan memandang Parkour sebagai olahraga ekstrim karena dilakukan sekelompok pemuda yang kerap berjingkrak-jingkrak yang dianggap kurang kerjaan.
Sedikit tentang sejarahnya, Parkour ditemukan oleh warga negara Perancis bernama David Belle. David mengenalkan Parkour, dengan tujuan melatih efisiensi gerakan membentuk badan dan pikiran seseorang agar dapat menghadapi rintangan-rintangan dalam kondisi yang berbahaya sekalipun.
Di Prancis, Parkour bukan suatu hal yang baru, dan Parkour sering disebut l’art du dplacement oleh warga setempat. Karena membuminya, Parkour pun pernah diangkat dalam sebuah film layar lebar Prancis, dengan judul Yamakasi yang diambil dari kisah kelompok Parkour, Yamakasi.

MERAMBAH INDONESIA
Terinspirasi dan kagum akan cerita yang mengisahkan anak-anak Yamakasi di Perancis sana, Parkour pun mulai merambah ke Indonesia, termasuk Jakarta. Bahkan, millis sekelompok anak muda pecinta Parkour pun telah dibuat.
“Kita membuat millis Parkour, tentu saja untuk membahas kesamaan hobi yang bertujuan membuat komunitas Parkour, karena kita ingin memasyaratkan Parkour di Indonesia berawal di Jakarta,” kata Muhammad fadli, salah seorang pengurus Parkour
Dijelaskan Fadli, sejak membuat millis Parkour pada Agustus 2007 lalu, komunitas ini makin bertumbuh pesat. Bahkan. mengagendakan latihan rutin pada hari Minggu di Gelora Bung Karno, Jakarta,  jumlah anggotanya pun kian bertambah.
"Saat ini lebih dari seratus anggota, tapi hanya sekitar 80 orang yang aktif," jelasnya.
Menurutnya, dengan mengusung misi 'Memasyarakatkan Pakour dan Mem'Pakour'kan Masyarakat', Komunitas Pakour tak hanya ingin mengajak warga Jakarta belajar Parkour, lebih dari itu, ingin mempertunjukan bahwa Parkour merupakan sebuah hobi yang menampilkan gerakan seni yang indah dan atraktif.  [herlin/n]
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Lasantha - Premium Blogger Themes | Parkourfun.blogspot