Showing posts with label artikel. Show all posts
Showing posts with label artikel. Show all posts

Kalimat-Kalimat Menarik di Biografi David Belle




If I didn’t do the movement right, my body would tell me right away. If you miss your jump, you hurt yourself; otherwise, you don’t feel anything. The most important thing to him was to repeat: "By doing the movements a dozen, a hundred times, trust comes and by doing the same movements over and over again, it becomes automatic."

I started with jumps that were likely to help me make progress, but without taking too much risks at first because I was aware of my mother waiting at home for her son who was training. That prevented me from doing crazy things and having an uncaring rebel teenage attitude like, "Well, if I hurt myself, I just don’t care!"

Some guys are really proud to break a bone and they like to brag about it. But truth is, it only shows a total lack of respect towards oneself and one’s body. What’s the point in being ready to destroy yourself just to show that you don’t care? Once you’re hurt, you can’t move forward anymore.

Those who don’t want to get a bit hurt, who don’t want to have scratched hands, shouldn’t come to Parkour.

When you add acrobatics, your attention is focused on the salto and you get rid of all the rest; everything Parkour is about, which is jumping, climbing, moving from point A to point B. Practicing Parkour isn’t about fun, with piercings everywhere, green or purple hair or nice shoes. It’s unnecessary. In Parkour, if the guy understands why he’s here, why he’s doing these movements, that’s great. If he learns to cross obstacles without hurting himself, that’s what really matters. Then, if he puts style into it, putting his little finger in the air like that, who cares? If a guy feels good when he jumps, if his landing is good, then he got it.

After watching some participants, I realized after a while that they didn’t do the things I was looking for in Parkour anymore, they didn’t have the same mindset anymore. During some trainings, public shows or movies, it was going downhill, it was baloney. Some brought a fun side to it, a freestyle spirit. Sure, it looks good and spectators love it but with saltos and other nice figures, the movements are not the same anymore. It turns into a show and that’s not what Parkour is about. I’m not saying I didn’t do acrobatics myself – I did – but it was after training, after the Parkour, just for fun, to relax and unwind. It was a way to chill out, like a soccer player who is going to do a somersault after scoring. When I was training with some friends, they sometimes put all their energy working on something freestyle - everything the young liked at the time – but I personally thought it was useless. I didn’t want to waste my time working on a salto like this or that because I knew in a real life situation, I wouldn’t have time to do it. When I did acrobatics, I was actually training in depth. It looked like I was having fun doing it but truth was I did it for a specific reason: I was working on the basics, I was improving my perception of space and distances.

We should be motivated by the love of sports, not challenge or competition. I have to admit that it was also a mistake to put some acrobatics in my first videos but when I did those demos, it was to ignite a spark and have the young start thinking, "Hey, I don’t know why he’s doing it but he makes me want to put my sneakers on, go outside and move!"

The first thing is to figure out why the kid came to see me, why he wants to learn Parkour. I try to find his real motivation, what made him want to move. If he only wants to do saltos and spins, then I tell him to do gymnastics or freerun – everything but Parkour. If he wants to do videos or movies, I send him straight back home. When I teach Parkour to a young, I don’t want to know what he’s going to do with it. He can become an actor, an acrobat, any artistic job, or become a fire fighter or a rescuer, never mind. I don’t want to know.

The principle of Parkour is to know what you are capable of, to gain self-confidence and not to compete with others. To me, in this sport, there are only people who start from scratch, who fight and learn so much along the way, who will be able to understand every step, every link in the chain of Parkour.

If you get into filming or photography, you already alter the spirit of Parkour. It means you jump to show off and brag; it’s more about yourself. At first, I didn’t want any photos or video. I just wanted to train for the sake of training and not jump because someone was watching or asking me. I may have triggered the whole thing by showing what I was doing at first but I didn’t want that. I made videos for producers and advertising agencies to give them ideas and have them want to work with me. But those videos ended up on the net; and it wasn’t my idea. There was a time when you typed David Belle on a search engine and nothing showed up. Nowadays, everything is out there. It doesn’t interest me. Parkour is not on the net; it takes place outdoors. Once again, you have to be real, not bluffing.
With Parkour, one shouldn’t feel invincible either…

Jamming Regional East Java #5 (L.I.MO) - 2014





















Jamming Regional East Java #5 (L.I.MO) - 2014


Info baru datang dari temen2 Parkour Jawa Timur.

Jamming Regiomal East Java #5 (L.I.MO)- 2014 akan diadakan pada tanggal 14-15 Juni 2014 di Kota Probolinggo.
Pendaftaran dibuka mulai tanggal 01 Maret 2014 s/d 30 April 2014 dengan biaya pendaftaran Rp. 125.000,-

Cara Pendaftaran :
1. Kumpulkan semua teman-teman yang ingin ikut Jamming Regional East Java #5, dan setiap kota harus dikoordinir oleh satu orang sebagai koordinator.
2. Konfirmasikan jumlah peserta per-kota oleh setiap koordinator melalui sms kepada panitia Jamming Regiomal East Java #5 (L.I.MO)- 2014 dengan format sbg berikut :
Nama/Jenis Kelamin/Kota/Ukuran kaos/No.HP ( untuk informasi kontak ada dibawah pengumuman ini)
3. Selanjutnya silahkan mengirimkan total biaya pendaftaran ke : 
143-00-1331-256-4 a/n Yosa Agung Hindarto (Mandiri)
4. Setelah melakukan transfer mohon segera dikonfirmasikan ke CP panitia yg ada dibawah ini.
5. Pengumuman bagi peserta yg telah terdaftar akan diumumkan panitia selambatnya 2 minggu setelah pendaftaran ditutup.

Contact Person : 
- Yosa (089 632 721 567)
- Gery (089 632 326 351)

NB: 
- panitia akan memberlakukan batasan kuota bagi peserta.
- buat praktisi ataupun traceur dari luar JATIM boleh ikutan.. 

Tapi jangan kecewa dengan adanya kuota, karena di jamreg kali ini akan berbeda dari yg sebelum-sebelumnya...
Kita akan memberikan sesuatu yg berharga bagi kalian semua dan juga akan ada doorprize menarik buat kalian semua...
Siapa lagi kalau bukan dari MALINGKONDANK dan juga dari GOOD GUY...Tapi jangan khawatir S.I.P.P - PARKOUR PROBOLINGGO juga g' akan kalah...
S.I.P.P - PARKOUR PROBOLINGGO juga akan memberikan hadiah yg langkah dan yg g' prnah d dapetin d jamreg east java sebelum-sebelumnya...
JADI BUAT KALIAN YG DARI JATIM MAUPUN DARI LUAR JATIM BURUAN DAFTARIN DIRI KALIAN SECEPATNYA,,,

Sumber : S.I.P.P (Parkour Probolinggo)

Flow Work - gathering praktisi parkour wanita se-Indonesia.

Pada tanggal 20 – 21 April 2013 kemarin.
JUMPalitan (Parkour Jogja) mendapat kehormatan menjadi tuan rumah acara gathering praktisi parkour wanita se-Indonesia.
Kali ini acara nya bertema Flow Work.
Dimana cewek-cewek perkasa ini, dibimbing oleh para mentor dari JUMPalitan untuk menguasai teknik ber flow ria.
Hari pertama mengambil tempat salah satu wisata di kota Jogja, yaitu Pulau Cemeti Taman Sari dan Taman Pasar Ngasem.
Meskipun hari itu diguyur hujan, para wanita ini tidak berhenti menunjukkan aksi mereka hingga malam pun menyambut.
Setelah selesai berbasah-basahan di spot latihan, tmn2 cewek ini diajak pulang ke wisma untuk istrahat mandi dan berdandan ala wanita.
kemudian diajak berbelanja souvenir di Mirota Batik.
setelah puas berbelanja di mirota batik, merekapun langsung dibawa ke tempat makan yang cukup khas dan unik, yaitu soto sampah, dimana isi soto nya berbagai mcm lauk pauk.
setelah kenyang makan soto sampah, mereka pun dibawa ke alun2 selatan untuk mencoba permainan unik, melewati pohon beringin dengan mata tertutup.
hanya 1 orang yang berhasil pada malam itu.
whahaa
Setelah puas jalan2 malam itu, mereka pun dibawa ke wisma untuk istirahat tidur, guna menghadapi latihan esok hari nya.

dan inilah moment2 yang tertangkap camera.




Hari Kedua GDO 2013.

Kali ini mereka dibawa ke tmpt latihan favorit tmn2 JUMPalitan.
Yaitu Kampus Fakultas Teknik Industri Universitas Islam Indonesia.
Dimana disini mereka kembali diajri cara2 ber flow ria.dan mencoba melawan rasa takut ketika menghadapi sebuah obstacle.
Setelah puas latihan di kampus FTI UII, mereka pun dibawa ke tempat makan siang, dan dilanjutkan jalan2 ke museum Merapi.
Semangat kartini mereka memang luar biasa, dari pagi hingga menjelang siang selalu bersemangat untuk mencoba bergerak.
Bahkan di museum merapi pun mereka selalu mencari2 spot buat berlatih.

Dan inilah beberapa moment yg tertangkap camera.




Terima kasih banyak untuk teman-teman Jumpalitan yang sudah meluangkan waktu dan tenaga untuk acara ini.
semoga article ini bermanfaat dan menambah semangat buat kita para praktisi untuk terus berlatih,,,
TERIMA KASIH

Sumber :
Parkour Indonesia
Girls Day Out 2013 Day One
Girls Day Out 2013 Day Two

Jamnas Parkour Indonesia 2013 - BALI + INFO PENDAFTARAN DAN PEMBAYARAN


Jamming Nasional 2013 – Bali

Hai temen PARKOUR INDONESIA kali ini PARKOURFUN share JAMNAS PKID k-5 yang akan di adakan di pulau dewata Bali.

Jamming Nasional Parkour Indonesia atau disingkat JAMNAS PKID

merupakan acara tahunan dari Parkour Indonesia, yang diselenggarakan di salah satu kota di indonesia yang ditunjuk menjadi tuan rumah. Secara garis besar acara Jamming Nasional merupakan sebuah ajang berkumpul, latihan dan diskusi bersama seluruh praktisi Parkour yang ada Indonesia, dimana pada acara ini para praktisi diajak untuk lebih saling mengenal satu sama lain secara langsung dan berbagi pengalaman tentang perkembangan parkour di masing – masing kota di Indonesia.
Jamming nasional I diadakan pada tahun 2009 yang bertempat di kota Malang, kemudian dilanjutkan berturut – berturut di kota Bandung, Yogykarta dan Surabaya. Untuk acara Jamming Nasional Parkour Indonesia tahun 2013, Parkour Bali mendapatkan kesempatan untuk menjadi tuan rumah Jamming nasional ke V dengan tema Tri Hita Karana.

Tri Hita Karana merupakan konsep filsafat dari Bali yang telah diterapkan pada kehidupan masyarakat Bali. Konsep ini mengajarkan kepada kita tentang keseimbangan hubungan yang bersifat timbal balik antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesamanya, dan manusia dengan alam atau lingkungannya. Jadi, penghayatan dan pengamalan yang terpadu secara seimbang dari ketiga unsur tri hita karana ini akan mengantarkan pada keseimbangan, keselarasan, dan keserasian hidup yang memberi kebahagiaan lahir batin. Hakikat dari filosofi tri hita karana adalah mengajarkan sikap hidup yang seimbang antara bakti kepada Tuhan, menghormati, mengasihi atau melayani antar sesama, dan menjaga kelestarian lingkungan alam.

Dengan menggunakan konsep Tri Hita Karana ini diharapakan para praktisi parkour yang mengikuti Jamnas kali ini sadar bahwa tidak hanya pengembangan dan potensi diri saja yang harus di utamakan, melainkan juga, keselarasan antara sesama Manusia, Alam dan Tuhan.
Jamming Nasional kali ini akan diadakan pada tanggal 11,12,13 Oktober 2013 di Bali.
Dikarenakan pada tanggal tersebut akan menyambut liburan Idul Adha di tanggal 15. Jadi bagi praktisi yang mau lanjut liburan bisa extend untuk mengeksplor bali *dengan biaya dan akomodasi sendiri*.

Jadwal Pendaftaran :

- 14 Februari – 14 April Pendaftaran Awal JAMNAS 2013. Bisa mendaftar di [Form Pendaftaran JAMNAS2013]

- 20 April – 10 Mei Pelunasan Biaya Pendaftaran JAMNAS 2013

Biaya Peserta :
- Rp.450.000


Biaya Termasuk :
- Penginapan
- Transportasi selama kegiatan
- Konsumsi
- Kaos + Baller Id
- Indoor Training
- Instruktur Berpengalaman
- Wisata Belanja
- Sertifikat
Supaya Kegiatan Jamming Nasional kali ini berjalan dengan tertib maka peserta Jamming Nasional akan dibatasi untuk tiap kota. Jadi buruan pastikan kamu terdaftar.
Dan untuk semua teman-teman yang akan berpasrtisipasi dalam Jamnas kali ini diharapkan untuk mempersiapkan fisik dan stamina yang prima. Agar pada saat acara berlangsung tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
*Jamnas kali ini terbuka untuk umum
*Pendaftaran dilakukan secara online secara perorangan baik untuk komunitas maupun umum
*Tidak menutup kemungkinan praktisi parkour dari negara tetangga untuk hadir.
*DP yang sudah terbayar tidak dapat dikembalikan.
*Terbuka untuk menjadi SPONSOR acara Jamming Nasional Parkour Indonesia 2012, berminat menjadi sponsor? Hubungi Chandra (085737640459) Tama (081214520352)

Update

  INFO PENDAFTARAN DAN PEMBAYARAN:
Gelombang 2 : 29 April - 7 Juni
Gelombang 3 : 10 Juni - 5 Juli
* Gelombang 3 hanya dibuka khusus untuk pelunasan (Gelombang 1&2) atau langsung melakukan pembayaran FULL

Sumber : http://www.parkourbali.com/2013/02/jamnas-parkour-indonesia-2013.html

Pemanasan sebelum PARKOUR

Pedoman untuk Mencegah Cedera Saat PARKOUR

Pemanasan sebelum PARKOUR

SELALU PEMANASAN

* Berada dalam kondisi fisik yang tepat
* Kenakan pakaian pelindung yang sesuai
* Selalu pemanasan "INI YANG TERPENTING"
* jangan memaksakan diri ketika sangat lelah atau sakit

     Banyak cedera dapat dicegah jika temen2 mengikuti program pengkondisian dengan latihan dirancang khusus untuk olahraga yang temen2 pilih.

Semoga tidak lupa untuk selalu pemanasan sebelum ber PARKOUR ria.
Ok terap semangat untuk berlatih,,,,, LETS FLOW,,,,,,,

A Call To Arms

A Call To Arms

Ditulis oleh Chris ‘Blane’ Rowat


Sejak kapan melintasi sebuah tembok sepanjang 30 meter dengan seorang anak menggantung di punggung Anda menjadi hal yang kurang penting dibandingkan melompat sejauh 18 kaki diantara dua gubuk dengan ‘pendaratan seperti di kotak pasir’? Saya tidak peduli dengan langkah panjang dan bersuara nyaring anda, pria berusia 43 tahun itu yang berumur dua kali lipat dari Anda, dua kali lebih kuat, serta ketika turun dari ketinggian 2 meter tidak menghasilkan suara sedikitpun.


A Call To Arms


Hal-hal yang harus dihiraukan dalam parkour, ternyata tidak dihiraukan -dan hal-hal yang secara luas dianggap mengesankan tidak lagi dianggap, setelah Anda menggaruk permukaannya. Sistem nilai kita telah dirusak.
Terkadang saya mencoba melihat parkour dari sudut pandang netral, seolah-olah saya belum pernah mendengar parkour sebelumnya.
Apa yang akan saya pikir jika saya menemukan Parkour sekarang sebagai anak berumur 17 tahun, pada tahun 2012? Saya membayangkan diri saya akan berpikir bahwa parkour tampak seperti menyenangkan dan saya mungkin akan menemukan diri saya ditarik ke bagian dari parkour namun saya akan melihat sesuatu yang sangat berbeda dari yang saya lihat 9 tahun yang lalu dan saya tahu hal itu tidak akan semenarik bagi saya dibandingkan dulu.
Jika Anda telah selesai membaca artikel ini dan percaya akan nilai-nilai yang saya yakini dapat ditemukan dalam parkour, maka semoga Anda akan setuju bahwa jika kita tidak melakukan upaya lebih untuk berbagi, maka nilai-nilai tersebut akan hilang. Pendatang baru hanya akan melihat lompatan besar ketimbang suatu praktik yang mudah diakses dan sangat serbaguna bagi siapa saja yang memiliki keinginan akan tantangan, menguji dan memperbaiki diri sendiri.
Apa yang saya lihat di parkour pada tahun 2003, pada umur 17:
  • Segelintir elit dengan gerakan berkualitas dan perhatian yang terperinci dalam setiap tindakan yang hanya dapat dicapai melalui ribuan jam praktik dan latihan mandiri.
  • Semangat bak pejuang tak gentar ketika berlatih dan pendekatan dalam menghadapapi tiap tantangan, baik fisik, teknis maupun mental.
  • Sebuah komunitas yang positif dan berkembang terinspirasi oleh orang-orang yang sebelumnya telah berkecimpung.
  • Sebuah sistem pelatihan dan komunitas yang menghargai semua aspek parkour secara setara, dan kesadaran kolektif yang tertarik pada praktik parkour untuk seumur hidup, bukan sekedar untuk beberapa bulan.
Apa yang saya lihat pada tahun 2012, pada umur 26:
  • Sebuah peningkatan besar dalam jumlah orang berlatih di seluruh dunia.
  • Lompatan-lompatan besar.
  • Pendaratan yang buruk.
  • Kompetisi.
  • Beberapa orang berpegang teguh pada cara-cara lama dan meragukan alasan mereka untuk melakukannya itu…
  • dan, pada akhirnya, pergeseran dalam apa yang dihargai dalam parkour.
Beberapa orang inilah serta pergeseran dalam apa yang dihargai di parkour yang menjadi kepedulian saya.
Saya bertanggung jawab untuk membiarkan pergeseran ini terjadi tanpa tentangan, sebagaimana orang lain dari ‘generasi saya’. Kami semua berdiri dan membiarkan Parkour berkembang dan berubah dan tumbuh di Internet tanpa pasang badan dan berkata, “Tunggu sebentar, itu bagus … tapi bagaimana dengan semua bagian lain dari Parkour yang membuat saya jatuh cinta? Di mana mereka ? “
Saya mencoba untuk melatih dengan nilai-nilai yang saya bicarakan ini dalam pikiran ketika saya bekerja dengan orang lain dan saya juga tahu banyak pria dan wanita yang berpengalaman dalam parkour melakukan hal yang sama, tapi itu tidaklah cukup untuk menjaga nilai-nilai yang sebagian dari kita sayangi dengan teguh yang terkandung pada beberapa kelas parkour di beberapa kota di seluruh dunia. Ada kebutuhan untuk menunjukkan ini dalam skala yang lebih besar jika kita ingin menjaga hidup nilai-nilai ini, dan yang lebih penting kita perlu membuat pernyataan yang cukup besar sehingga kita dapat ditemukan oleh orang-orang yang datang ke parkour untuk pertama kalinya mencari lebih dari sekedar lompatan besar.
Dalam beberapa tahun terakhir, bukannya memegang teguh serta percaya pada apa yang kita hargai dalam parkour seperti ketika kita pertama kali menemukannya, hari demi hari, video demi video, nilai-nilai tersebut sedang dirusak dan bahkan beberapa orang yang masih percaya Parkour itu untuk semua orang pada akhirnya merasa seperti mereka tertinggal dalam latihan mereka, tidak sebagus si anak baru, atau karena si orang baru dapat membuat lompatan itu dan Anda berpikir Anda tidak bisa, atau mungkin Anda bahkan tidak mau.
Tetapi jika Anda mengingat apa yang Anda hargai pada pertamakali, maka Anda tidak akan peduli tentang tidak mampu melompat sejauh ‘orang baru itu’. Ingat apa yang Anda pernah pikirkan? Apa pun lompatan, besar atau kecil … tanpa pendaratan yang baik? Kapan mengembangkan climb up, push-up handstand, squat max, quadrupedie Anda dan rekor dead-hang Anda menjadi hal yang kurang memuaskan daripada meningkatkan lompatan lari Anda ..?
Saya telah melihat berbagai kelompok orang berlatih bersama dan menyinyir kepada orang dibelakangnya yang sedang bersusah payah memperkuat pull-up-nya dengan jaket pemberat. Sejak kapan hal yang ia lakukan itu menjadi bagian yang inferior dari Parkour?
Tantangan fisik bukanlah hal yang baru di dunia parkour. Selama Parkour ada, tantangan fisik selalu menjadi bagian darinya. Bahkan, beberapa dari Anda sudah menyadarinya, jauh sebelum lompatan menjadi sorotan, tantangan-tantangan fisik adalah Parkour.
Tidak sebegitunya lagi. Tantangan fisik (bahkan, latihan fisik) adalah spesies langka dari parkour.


A Call To Arms


Dengan pergeseran penekanan selama beberapa tahun terakhir ini, Parkour bukanlah lagi tempat ujian yang sempurna untuk mencari tahu dari apa seseorang terbuat secara fisik, teknis, mental … dan emosional.
Sekarang ini sudah bukan lagi soal apakah Anda dapat berlari ke kota lain dan kembali pada sebuah petualangan sebelum matahari terbenam, bukan lagi tentang apakah Anda dapat mendorong mobil tua itu keatas bukit dengan teman-teman Anda yang telah bersama-sama tertawa dan menangis sepanjang hari… dan bukan lagi mengenai menghargai kemampuan untuk melompat ke dahan pohon basah jika sewaktu-waktu Anda harus menyelamatkan salah satu teman Anda yang terjebak disana.
Parkour sekarang dipandang oleh sebagian besar sebagai ‘suatu panggung’ untuk orang berbakat, kesempatan bagi orang untuk menunjukkan kepada dunia bahwa mereka bisa melompat lebih jauh dari orang lain, dan mereka yang terbang dari berbagai belahan dunia untuk melakukan lompatan yang sama yang telah dilakukan oleh beberapa orang lain dalam video yang dia buat tahun lalu, oh tunggu, bahkan anda bisa melakukan side-flip di lompatan tersebut.
Saya melihat kompetisi menampilkan ‘atlet terbaik Parkour’ dunia dan ‘juara dunia’ mampu berlari kesana-kemari selama 37 detik berusaha untuk melakukan sesuatu yang lebih mengesankan daripada orang sebelumnya sebelum waktunya habis, atau sebelum mereka kehabisan stamina. 37 detik dari penampilan yang tidak berarti? Saya mengenal dan berlatih dengan pria dan wanita yang bisa bertahan 37 menit pada tingkat intensitas yang sama…
Siapa yang membiarkan omong kosong ini menyelinap masuk tak tertantang? Kapan ini menjadi suatu hal untuk difokuskan? Sejak kapan melompat lebih jauh dari orang lain menjadi hal yang sangat dihargai dalam parkour? Sejak kapan berpergian ke lokasi latihan orang lain dan mencoba untuk meniru gerakan seseorang menjadi sebuah tujuan? Saya benci mengatakannya, tapi kita membiarkan omong kosong ini masuk. Hari dimana kita mulai meragukan diri kita sendiri dan bertanya-tanya apakah memiliki lompatan besar mungkin suatu hal yang penting.
Berikut ini adalah Jesse Owens melompat sejauh 26 kaki (dan 5/8 inci) pada tahun 1936, Berlin, Jerman …


Lompatan tersebut merupakan lompatan besar bahkan oleh standar dan metodologi pelatihan tingkat tinggi saat ini.. dan lompatan itu jauh, lebih jauh daripada lompatan di antara dua dinding yang pernah dilakukan praktisi Parkour. Jadi mengapa komunitas Parkour (dan bahkan di dunia) sangat terkesan ketika seseorang melompat 18 kaki antara dua bangunan dan roboh seolah-olah ada kotak pasir seperti tempat Jesse mendarat di sisi jauh? Apakah karena mereka cukup berani untuk melakukannya melewati ‘gap’ tersebut? Dalam kebanyakan kasus, ketakutan mereka akan jatuh hanya dikalahkan oleh pikiran akan diabadikannya di YouTube ditonton ribuan orang dalam piyama mereka. Apakah itu ide Anda akan keberanian? Jika ya, silahkan tutup halaman ini sekarang karena tidak ada apa-apa di sini untuk Anda.
Tetapi memiliki alasan pribadi dan nilai untuk melakukan lompatan dengan risiko yang ditanggung demi membuktikan sesuatu untuk diri sendiri serta mengatasi ketakutan dan keraguan diri sendiri, untuk bertindak ketika segala sesuatu dalam diri Anda ingin berhenti dan pulang HANYA untuk memperbaiki diri sendiri, hal ini menunjukkan keberanian dan tekad. .. dan ini adalah beberapa nilai-nilai yang membangun Parkour. Nilai-nilai sama yang menghilang di depan mata kita. Berlari dan mendorong diri anda sekeras mungkin demi untuk memukau sisi lain di internet atau karena teman Anda melakukannya, hanya menunjukkan kenekatan dan menjanjikan umur pendek dalam parkour.
Saya ingin berpikir bahwa mayoritas orang yang membaca ini akan setuju bahwa parkour bukanlah Parkour tanpa beberapa nilai-nilai tersebut. Nilai-nilai seperti keberanian, tekad, daya tahan, kekuatan, disiplin, dedikasi dan umur panjang. Nilai-nilai seperti kerendahan hati, dan altruisme. Integritas.
Ada banyak cara yang bisa kita bantu secara positif untuk menyalurkan masa depan disiplin ini namun sekaligus menolak untuk mengizinkan nilai-nilai seperti ini menjadi hilang dalam praktik latihan merupakan awal yang baik, dan tempat yang mudah untuk memulai.
Kita dapat menginspirasi praktisi generasi mendatang dan memungkinkan mereka untuk melihat bahwa Parkour lebih sekedar lompatan besar dengan tidak membiarkan pendapat kita tertidur.
Berkomentarlah pada video, meng-upload video Anda sendiri, menulis artikel, melatih, berbicara, melakukan perjalanan dan melatih Parkour dengan cara yang Anda percayai serta membiarkan orang melihat sisi itu ke manapun Anda pergi. Mewakilinya. Jadilah itu.
Nilai-nilai ini tidak harus menampakkan diri sebagai suatu tantangan seperti yang saya sebutkan sebelumnya, namun pada akhirnya satu-satunya cara agar kita dapat secara signifikan tumbuh adalah dengan menghadapi kesulitan dan beradaptasi untuk mengatasinya. Ini mungkin suatu bentuk ‘breaking a jump’, dalam melakukan sesuatu yang menakutkan Anda namun Anda percaya itu risiko yang layak untuk mengatasi rasa takut Anda dan menguji kemampuan Anda.


A Call To Arms


Mungkin akan menjadi persoalan teknis. Mungkin soal mengulangi running jump ke pagar tipis dan berusaha mendarat dengan sempurna 3 kali berturut-turut. 10 kali berturut-turut. 50.
Atau mungkin pada akhirnya itu akan menjadi suatu tantangan fisik. Mungkin Anda akan mengambil salah satu latihan favorit Anda dan menguji diri sendiri dan melihat seberapa jauh Anda bisa melakukannya. Lihat berapa banyak pengulangan yang dapat Anda lakukan dalam 10 menit atau berapa banyak berat badan Anda dapat diangkat setelah mendedikasikan 6 bulan latihan khusus.


A Call To Arms


Tidak masalah apa tantangannya, yang penting ialah Anda menghadapi tantangan secara teratur jika Anda benar-benar ingin menguji diri sendiri dan melihat Anda terbuat dari apa. Konfrontasi dan keinginan mengatasi tantangan adalah jantung parkour dan berdenyut lebih lambat setiap tahun di komunitas. Paparan teratur terhadap tantangan seperti inilah yang membangun dan menanamkan nilai-nilai tersebut pada orang-orang.
Hal yang tidak orang-orang sadari adalah bahwa anak yang berusia 19 tahun yang bisa melompat 18 kaki antara dua dinding setelah berlatih satu tahun akan lebih mungkin tidak berada di sini lagi dalam beberapa tahun. Hanya beberapa orang yang bertahan lebih dari sekedar beberapa tahun dalam permainan ini, mungkin karena cedera, ketertarikkan memudar atau hambatan lain yang tak terhitung. Jadi sementara apa yang dia lakukan adalah mengesankan, ya .. apa yang Anda lakukan dalam latihan, ‘menjadi dan bertahan’, selama 10 tahun ke depan, 20 tahun … dan banyak lagi, masih kuat, masih berkembang, masih berlatih dan menikmati parkour .. jauh lebih mengesankan bagi saya. Ini adalah nilai-nilai dan tujuan yang mengesankan saya yang ada pada beberapa orang elit yang saya sebutkan sebelumnya dan ini adalah hal-hal yang tidak ingin saya lihat menghilang ketika tahun-tahun berlalu.
Jangan meminta maaf atas nilai-nilai yang Anda percayai dan yang terpenting jangan biarkan parkour untuk kehilangan jati dirinya jika Anda percaya padanya. Parkour akan berkembang dan menjadi apa yang ada di mata publik, tetapi pegang erat-erat dengan apa yang Anda anggap penting karena Anda tidak sendirian.
Jangan biarkan nilai-nilai itu mati atau generasi berikutnya mungkin tidak akan pernah melihat atau mengalami apa yang Anda lihat dan lakukan ketika Anda menemukan parkour. Biarkan tantangan dan umur panjang membentuk latihan Anda, tujuan Anda dan motivasi Anda. Tetapkan tantangan pribadi Anda, bahkan beberapa yang mungkin mustahil, bahkan pada mereka Anda akan belajar banyak. Ingat tantangan bukanlah tantangan jika Anda tahu Anda dapat melakukannya. Dobrak diri sendiri, undang keraguan dan ketidakpercayaan seperti musuh lama dan buat mereka menjadi teman-teman Anda. Menghadapi rintangan yang tampaknya tak teratasi, sesering mungkin.. dan Anda akan tumbuh menjadi orang yang lebih kuat.
Jika Anda ingin mengulangi lompatan kecil ke dinding yang tertutupi oleh lumut untuk sepanjang hari sampai Anda bisa melakukannya dengan mata tertutup .. hey teman, Anda tidak sendirian. Saya ingin mengulangi lompatan itu dengan Anda. Tapi mari kita lakukan 50, hanya untuk memastikan. Dan satu lagi untuk orang lain yang tidak bisa bergabung dengan kita. Itu akan lebih baik bagi kita berdua ketimbang melakukan lompatan besar sementara Anda memegang kamera.
Sekarang kita adalah minoritas, tetapi bersama-sama kita masih merupakan persentase berpengaruh dari orang-orang yang mengatakan mereka berlatih parkour. Kita masih dapat membiarkan pesan kita didengar untuk semua yang datang ke parkour sekarang, dan dalam beberapa tahun ke depan.
Ini adalah Seruan Bangkit (A Call to Arms) bagi mereka masih saya mempertimbangkan untuk menjadi garda depan parkour. Saatnya sekarang. Membuat perbedaan dengan menunjukkan serta berbagi dan menjadi sisi lain dari parkour yang Anda kenal dan cintai. Sisi yang telah dilupakan sebagian selagi disiplin ini berkembang.
A Call To Arms
Blane

Sumber artikel : http://www.parkourindonesia.web.id/artikel/a-call-to-arms.html

Sumber artikel : http://www.blane-parkour.blogspot.com/20…
Sumber terjemahan : http://bukansekedarloncatloncat.parkourb…

Perspektif dan Nasehat Seorang Wanita Tentang Parkour

Perspektif dan Nasehat Seorang Wanita Tentang Parkour


Parkour dalam esensinya, adalah sebuah seni bergerak : sebuah disiplin dimana kita bergerak secara cepat dan efisien dalam mengatasi rintangan, bergerak dari titik A ke titik B. Tidak ada kekurangan inspirasi dari semua traceur elite di seluruh dunia, dan yang paling terkenal dari pendiri David Belle. Bagaimanapun, jumlah dari praktisi wanita dalam disiplin ini, walaupun meningkat, tapi masih cenderung kecil. Artikel singkat ini bertujuan untuk memberikan beberapa masalah yang mungkin dihadapi para wanita ketika memulai Parkour dan memberikan beberapa saran/solusi umum kepada seluruh traceuse/praktisi wanita diluar sana.

The art of escape / Seni melarikan diri
Parkour memperbaiki refleks dan kesadaran fisik. Parkour mempunyai potensi sebagai bentuk terbaik self-defense yang bisa dimiliki semua wanita ketika berjalan atau berlari sendirian, karena praktisi Parkour yang terlatih akan mempunyai banyak pilihan yang terbuka ketika keadaan tidak menguntungkan seperti ketika diserang atau dikejar. Dalam keadaan seperti ini, rintangan seperti tembok-tembok, gerbang, dan rail tidak akan menjadi hambatan bagi traceuse, tapi akan menjadi rute-rute untuk melarikan diri.

Preparation / Persiapan
Seperti halnya seni beladiri, Parkour memerlukan dedikasi dari para pelajarnya. Bagaimanapun memakai pakaian yang tidak menghambat gerakan dan sepatu yang mempunyai cengkeraman yang baik akan memastikan bahwa fokus anda adalah murni dalam kinerja anda dan bukan pada peralatan anda.

Problems encountered /Masalah-masalah yang dihadapi
Meskipun menjadi seorang wanita membawa keuntungannya tersendiri, dimana ada beberapa faktor yang jelas yang harus diperhatikan oleh para wanita: terutama fakta bahwa para lelaki biasanya mempunyai kekuatan bagian atas tubuh yang lebih dari pada para wanita. Ini berarti menarik berat badan sendiri bagi para wanita akan lebih sulit/menantang dan tentunya akan sangat melelahkan tanpa pengkondisian yang cukup. Jadi, ketika seorang wanita memulai untuk berlatih Parkour, gerakan-gerakan yang memerlukan penggunaan kekuataan tubuh bagian atas terbukti akan lebih sulit. Contohnya ketika melakukan “climb up” setelah ‘saut de bras’(cat leap) dan ‘passe-muraille’ (melewati tembok-tembok, dimana untuk tembok yang lebih tinggi/besar melibatkan daya dorong ke atas tembok untuk membantu memanjatnya). Dengan masalah seperti ini, adalah sebuah ide yang bagus melatih kekuatan tubuh bagian atas dengan latihan di rumah atau di gym.
Perbedaan-perbedaan lain yang harus dipertimbangkan adalah bahwa para lelaki tidak mudah untuk memar, tidak terlalu memperhatikan cedera kecil di bagian badan dan mempunyai sendi-sendi yang lebih cocok untuk kekuatan. Namun, ini tidak berarti bahwa secara potensi para wanita tidak mampu.

Advantages of the female build / Keuntungan dari tubuh wanita
Dimana ada kelemahan, disana juga ada keuntungan menjadi wanita. Yang paling terlihat, wanita mempunyai kelenturan natural yang lebih hebat daripada para lelaki, ini berarti lebih banyak penambahan pada sendi-sendi dan otot tanpa adanya cedera. Dengan tubuh yang lebih kecil juga bisa terbukti berguna dalam gerakan-gerakan tertentu, seperti berlari dan melompat melewati ruang yang kecil dengan cepat.

Heightened awareness regarding injury / Meningkatkan kesadaran ketika cedera
Masalah yang harus digarisbawahi ketika memulai Parkour, tanpa melihat masalah gender, adalah bagaimana untuk menghindari cedera. Melakukan streching sebelum dan setelah sesi latihan Parkour adalah sangat penting dan akan mengurangi kemungkinan cedera pada otot sebelum cedera dan menghilangkan asam lactic setelah berlatih (adalah asam lactic dalam otot yang menyebabkan kesakitan di hari berikutnya). Saya merekomendasikan melakukan strecthing selama 15 s/d 20 menit sebelum memulai latihan dan 10 menit setelah selesai latihan.
Bagaimana anda mendarat adalah hal yang sangat penting dalam Parkour, dan beberapa gerakan dasar yang harus dilatih seperti rolling ketika kita turun dari ketinggian dan mendarat pada landasan yang lebih kecil. Pendaratan yang baik akan mencegah sakit pada lutut dan betis dan dalam jangka panjang akan melindungi sendi-sendi anda dari cedera.

Fears / Ketakutan
Setiap orang mengalami ketakutan pada titik tertentu ketika berlatih Parkour. Tubuh kita mempunyai mekanisme keselamatan alami yang mencegah kita dari mencederai diri sendiri dan seperti yang anda bayangkan, berlari dan melompat melewati/ke arah dalam/kea rah atas objek-objek dan untuk memulainya dirasakan bukan sebuah tindakan yang wajar/natural. Oleh karena itu, pada awalnya, para praktisi mempunyai ketakutan-ketakutan untuk diatasi. Dengan berlatih, kepercayaan pun tumbuh; sangatlah penting bahwa anda mendorong tubuh anda sejauh mungkin untuk bisa merasakan kepercayaan bahwa anda bisa melakukannya dan jangan pernah membiarkan siapapun membuat anda merasa terpojok untuk mencoba sesuatu yang anda sendiri belum yakin bahwa anda siap untuk melakukannya. Selalu akan ada lain hari untuk mendorong level anda dan menghadapi ketakutan-ketakutan anda.

Progression / Kemajuan
Bukanlah sesuatu yang tidak wajar dalam Parkour untuk melewati fase-fase dalam latihan anda, dimana kemajuannya terasa lambat dan kemudian semakin cepat. Ini muncul karena akan membutuhkan waktu untuk pikiran anda untuk mengimbangi kemampuan fisik anda. Kemampuan badan anda mungkin telah berkembang kepada titik dimana anda sadar bahwa anda mampu untuk menghadapi obstacle-obstacle yang lebih menantang atau teknik yang lebih sulit. Namun, bagian paling sulit dalam kemajuan adalah mengaParkour dalam esensinya, adalah sebuah seni bergerak : sebuah disiplin dimana kita bergerak secara cepat dan efisien dalam mengatasi rintangan, bergerak dari titik A ke titik B. Tidak ada kekurangan inspirasi dari semua traceur elite di seluruh dunia, dan yang paling terkenal dari pendiri David Belle. Bagaimanapun, jumlah dari praktisi wanita dalam disiplin ini, walaupun meningkat, tapi masih cenderung kecil. Artikel singkat ini bertujuan untuk memberikan beberapa masalah yang mungkin dihadapi para wanita ketika memulai Parkour dan memberikan beberapa saran/solusi umum kepada seluruh traceuse/praktisi wanita diluar sana.

Artikel ditulis oleh Liv Rowlans aka Flame
Original Posted by Adit Roar at www.parkourindonesia.web.id/forum
Translated by : Ullie Mahardi (Parkour Bandung)
Foto : Tracey Tiltman. Parkour Generations ketakutan-ketakutan anda, tidak perduli semampu apa anda. Saat-saat seperti ini bisa membuat anda sangat frustasi, Tapi bagaimanapun, dengan melatih mental dan tidak memperlambat latihan anda, hal ini akan bisa diatasi relatif lebih cepat.

Parkour Jakarta Singkirkan Imej Ekstrim
















sumber artikel:
Walau ini adalah berita lama namun masih layak untuk di muat, karana saya pikir ini bisa sebagai wawasan bagi temen2 untuk tidak menganggap Parkour itu EXSTRIM..... Jakartapress.com - Melihat atraksi loncat-meloncat dari atap gedung satu ke gedung lain, pasti membuat jantung berdebar. Tapi kengerian itu berubah menjadi rasa takjub tatkala loncatan itu dilakukan dengan indah dan gesit.

Ya, itulah atraksi dilakukan Komunitas Parkour, memukau puluhan pasang mata yeng melihat atraksi mereka.
Atraksi parkour memang tergolong baru di Indonesia. Banyak orang belum tahu tentang Parkour, bahkan memandang Parkour sebagai olahraga ekstrim karena dilakukan sekelompok pemuda yang kerap berjingkrak-jingkrak yang dianggap kurang kerjaan.
Sedikit tentang sejarahnya, Parkour ditemukan oleh warga negara Perancis bernama David Belle. David mengenalkan Parkour, dengan tujuan melatih efisiensi gerakan membentuk badan dan pikiran seseorang agar dapat menghadapi rintangan-rintangan dalam kondisi yang berbahaya sekalipun.
Di Prancis, Parkour bukan suatu hal yang baru, dan Parkour sering disebut l’art du dplacement oleh warga setempat. Karena membuminya, Parkour pun pernah diangkat dalam sebuah film layar lebar Prancis, dengan judul Yamakasi yang diambil dari kisah kelompok Parkour, Yamakasi.

MERAMBAH INDONESIA
Terinspirasi dan kagum akan cerita yang mengisahkan anak-anak Yamakasi di Perancis sana, Parkour pun mulai merambah ke Indonesia, termasuk Jakarta. Bahkan, millis sekelompok anak muda pecinta Parkour pun telah dibuat.
“Kita membuat millis Parkour, tentu saja untuk membahas kesamaan hobi yang bertujuan membuat komunitas Parkour, karena kita ingin memasyaratkan Parkour di Indonesia berawal di Jakarta,” kata Muhammad fadli, salah seorang pengurus Parkour
Dijelaskan Fadli, sejak membuat millis Parkour pada Agustus 2007 lalu, komunitas ini makin bertumbuh pesat. Bahkan. mengagendakan latihan rutin pada hari Minggu di Gelora Bung Karno, Jakarta,  jumlah anggotanya pun kian bertambah.
"Saat ini lebih dari seratus anggota, tapi hanya sekitar 80 orang yang aktif," jelasnya.
Menurutnya, dengan mengusung misi 'Memasyarakatkan Pakour dan Mem'Pakour'kan Masyarakat', Komunitas Pakour tak hanya ingin mengajak warga Jakarta belajar Parkour, lebih dari itu, ingin mempertunjukan bahwa Parkour merupakan sebuah hobi yang menampilkan gerakan seni yang indah dan atraktif.  [herlin/n]

Jamming Regional Sulawesi 2012

Enjoy Our Movement :j:
Photobucket
Enjoy our Movement, itulah tema Jamming Regional Sulawesi 2012, Jamming Regional yg dilaksanakan pertama kalinya di pulau Sulawesi. Yah betul,pertama kalinya di pulau Sulawesi. Akhirnya Parkour di indonesia ,khususnya di Sulawesi telah berkembang sangat pesat, Jamreg Sulawesi sendiri akhirnya dapat dilaksanakan berkat ide dan masukan kawan-kawan dari Kendari, Manado, Palu dan dari berbagai daerah lainnya yg ada di Sulawesi.


Jumat 18 mei 2012 :g:
Photobucket
Hari yg paling di tunggu kedatangannya pada bulan itu, yah betul,,hari dimana Kami ( Parkour Makassar ) kedatangan tamu istimewa dari Kendari, Palu dan Pare-Pare. Dan untuk pertama kalinya KAMI akan bertemu dengan kawan-kawan sesama praktisi Parkour yg ada di Sulawesi.
Hari itu pun dimulai, sesaat setelah ibadah sholat jumat dilaksanakan, dimulai dengan menunggu kedatangan peserta Jamreg tiba ditanah Makassar.
8 peserta dari K-Run ( Kendari ),7 cowok dan 1 cewek adalah peserta yg datang paling awal, menempuh perjalanan lebih dari 24 jam akhirnya sampai di Makassar, disusul 2 peserta, yg istimewanya adalah sepasang KEKASIH, wakil dari P.U.M.A ( palu ) yg tentu saja sampai dengan wajah yg lusuh dan tenaga yg hampir habis karena menempuh perjalanan juga lebih dari 24 jam menuju Makassar, dan peserta yg terakhir tiba adalah peserta yg berasal pare-pare yg berada tidak jauh dari Makassar
Acara penyambutan dan pembukaan dilaksanakan pada malam hari,setelah semua peserta yg ikut beristrahat dari perjalanan panjangnya menuju makassar. Acara di mulai tepat jam 9 malam,dibawah indahnya langit malam, diselingi dinginnya udara malam dan ditemani oleh cangkir-cangkir kopi susu hangat dan piring-piring yg penuh dengan ubi-ubi hangat yg siap mengisi perut di malam itu.Tidak ada keringat,tidak ada rasa letih ataupun rasa lelah setelah menempuh perjalanan panjang di wajah peserta malam itu, yg ada hanyalah Tawa,kegembiraan,semangat dan antusias kawan-kawan yg akhirnya dapat saling bertemu sebagai sesama Praktisi Parkour,dan bertemu sebagai keluarga besar Parkour Indonesia.


Sabtu 19 mei 2012 :c:
Photobucket
Hari dimulai dengan sarapan bersama para peserta, setelah sarapan peserta diajak untuk bersiap-siap melakukan kegiatan pertama hari itu, yaitu lari pagi menuju lap.Hasanuddin, tempat yg akan menjadi medan pertumpahan keringat dihari itu.
Tepat jam 9 pagi, semua peserta tiba di lap.hasanuddin, diiringi doa bersama,acara pun dimulai dengan melakukan pemanasan sebelum melakukan “training to death”, latihan Stregth dan Conditioning selama 2 jam penuh, latihan yg menguras hampir seluruh tenaga peserta dihari itu,yg ada hanya keringat dan semangat menemani saat-saat menjalani “siksaan” raga itu,”latihan yg beginilah yg saya cari,lthan sampai setengah mati” celoteh salah seorang peserta. SnC hari itu diakhiri tepat pkl.12.00 WITA. Di akhiri dengan istirahat sejenak sembari menyantap hidangan makan siang untuk mengisi kembali perut dan tenaga yg hampir habis.
Jam 3 sore ,peserta diajak untuk mengelilingi “panas”nya kota Makassar, mengunjungi situs bersejarah Monumen Pembebebasan Irian Barat,Pantai Losari, dan hari itupun ditutup dengan latihan ringan di depan halaman salah satu tempat favorit latihan, Benteng Ujung Pandang atau lebih dikenal dengan nama Benteng Fort Roterdamm


Minggu 20 Mei 2012 :j:
Photobucket
Jam 8 pagi,tepat dihari terakhir Jamreg dimulai, peserta dibawa memasuki kampus Universitas Hasanuddin, tempat kegiatan dilakasanakan.kegiatan dimulai dengan doa bersama dibawah rindangnya pohon, kemudian pemanasan ringan dipimpin oleh salah seorang peserta, kemudian “free time” dimulai, waktunya untuk mengeksplorasi tempat-tempat yg ada dalam kawasan kampus.jumping,rolling,wall climb,vaulting,running, hampir semua gerakan dalam parkour dapat dieksplorasi dan dilakukan peserta di tempat ini, jam 12 siang akhirnya peserta selesai latihan di kampus UNHAS, dan dilanjutkan istirahat sejenak untuk melaksanakan sholat,makan siang dan mengembalikan kembali tenaga.Jam 2 siang peserta dibawa ke Gelanggang Olahraga,tempat terakhir untuk mengolah dan mengeksplorasi kemampuan peserta dalam bergerak efisien dan efektif.setelah lebih dari 2 jam menikmati obstacles yg ada di GOR, peserta kemudian dikumpulkan untuk mengikuti acara penutupan Jamming Regional Sulawesi 2012,diringi indahnya langit sore hari dan rintik hujan hari itu, diiringi doa bersama akhirnya Jamming Regional Sulawesi 2012 ditutup oleh salah seorang panitia pelaksana dan akhirnya Jamming Regional Sulawesi 2012 telah selesai dilaksanakan
Seketika terbayar sudah setiap tetes keringat,rasa lelah,letih yg dirasakan peserta selama Jamreg dilaksanakan berganti dengan perasaan haru dan bahagia bercampur tawa,senang rasanya bertemu dengan kawan-kawan.
Sebarkanlah ilmu dan semangat yg telah kalian dapatkan kapanpun dan dimanapun kalian berada.
Photobucket
Sampai jumpa di Jamming Regional Selanjutnya
Parkour Makassar
Enjoy Our Movement

Sumber: 
Komunitas Parkour Indonesia

Tiga Nama Satu Akar

Melihat banyaknya terjadi argumen di sana sini mengenai berbagai disiplin dari seni bergerak asal Perancis yang kami yakini ini, maka saya mencoba untuk ambil bagian dalam argumen tersebut namun melalui pendekatan yang berbeda. Di sini saya akan mengungkapkan tentang tiga nama metode disiplin yang lahir dari hasil kreasi para pendahulu dari masing-masing disiplin tersebut. Apalagi setelah saya membaca beberapa pemikiran dari mereka yang merasa lebih bangga dengan masing-masing disiplin yang mereka pelajari.

Yang saya maksud dari tiga nama tersebut adalah Art Du Deplacement, Parkour dan Free Running. Masing-masing disiplin ini menuntut sebuah ketekunan kerja keras serta pemahaman yang baik dari masing-masing individu yang menjalaninya. Untuk itulah, saya menulis note ini untuk membuka sedikit tentang tiga disiplin yang “serupa namun tak sama” ini ke dalam sebuah wacana, sehingga semua praktisi mampu mengisi kepada orang lain dan mnyebarkannya kepada orang lain lagi. Okey kita mulai satu per satu.

Art Du Deplacement:MySpace
Art Du Deplacement ini bisa dikatakan sebagai seni berpindah tempat atau seni bergerak dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan obstacles yang berada di lingkungan dengan memanfaatkan fisik dan teknik yang menerapkan semua kemungkinan menjadi suatu rangkaian, yang bertujuan untuk menciptakan gerakan keografi yang cantik dan spektakular di lingkungan urban maupun alami. Art Du Deplacement dikembangkan oleh original member dari Yamakasi yang terdiri dari sembilan orang pada awal permulaannya. Walaupun akhirnya grup ini terpecah, namun beberapa member yang tersisa seperti Laurent Pitermossi, Yann Hnautra, Chau Belle Dinh serta William Belle terus mengembangkan Art Du Placement dengan definisi dan prinsipnya tersendiri di bawah label Majestic Force. Beberapa team lain pun muncul dari seni yang berharga ini antara lain seperti Adrenaline, TCT, Dvinsk Clan, SW crew dan lain-lain.

Parkour:MySpace
Parkour merupakan sebuah disiplin yang diterapkan oleh David Belle setelah meninggalkan Yamakasi. Ia menerapkan Parkour sesuai dengan apa yang telah diajarkan oleh ayahnya Raymon Belle mengenai pelatihan halang rintang militer untuk bergerak cepat melewati obstacles di semua lingkungan dengan gerakan yang efektif dan efisien. Parkour ditujukan untuk beradaptasi melewati rute dengan memanfaatkan kekuatan fisik dengan gerakan yang cepat tanpa kehilangan banyak energi untuk sampai tujuan. Semua gerakan parkour ditujukan agar seseorang dapat mencapai tujuan atau dapat digunakan dalam keadaan terjepit untuk melarikan diri dari kejadian tidak terduga. Parkour merupakan disiplin yang paling populer, karena prinsip moderasi atau kesederhanaan yang diterapkan oleh David Belle ke setiap sanubari praktisinya di seluruh dunia.

Free RunningMySpace
Free Running adalah sebuah evolusi dari cara bergerak dan disiplin yang telah ada. Free Running merupakan kebebasan untuk seseorang bergerak dengan gerakan yang indah dan menarik sebagai bentuk kebebasan berekpresi dari setiap praktisinya. Disiplin ini dikembangkan oleh Sebastian Foucan, sahabat kecil dari David Belle sekaligus salah satu pendiri dari Yamakasi. Sebastian memasukkan unsur filosofi yang menarik dari Free Running ini yang bersifat lebih personal dibandingkan dua disiplin lainnya.
Awal Mula

Semuanya bermula dari sebuah konsep Methode Naturalle karya Georges Hebert. Methode Naturalle adalah cikal bakal dari ketiga disiplin tersebut yang diciptakan oleh Georges Hebert sebelum perang dunia pertama. Georges Hebert adalah seorang petugas angkatan laut yang suka berkelana ke seluruh bagian dunia. Saat kunjungannya ke benua Afrika, ia terkesan dengan sebuah suku primitif yang memiliki fisik serta skills yang tinggi. Mereka memiliki tubuh yang kuat, flexible, energik, dan memiliki daya tahan yang tinggi padahal mereka tidak memiliki tutor gymnastic. Akhirnya Hebert menyadari, bahwa yang membuat mereka kuat bukanlah karena mereka latihan gymnastic, melainkan karena lingkungan tempat tinggal mereka itu sendiri.MySpace

Terinspirasi dari suku tersebut, Hebert menciptakan sebuah latihan yang diberi nama Methode Naturalle sebagai metode bergerak secara alami di lingkungan sekitar. Methode Naturalle dikenal dengan moto ‘etre fort pour etre utile’ atau ‘menjadi kuat dan berguna’ dengan tujuan mulia untuk membantu diri sendiri dan orang lain dengan menggunakan kekuatan dari hasil latihannya.
Latihan ini meliputi sepuluh gerakan dasar yaitu walking, running, jumping, quadrupedal movement, climbing, balancing, throwing, lifting, self-defense, swimming. Konsep inilah yang akhirnya digunakan untuk pelatihan militer tentara Perancis di perang dunia kedua. Sampai saat ini, Methode Naturalle juga dipakai dalam pelatihan militer dan pemadam kebakaran di Perancis.

Salah satu yang mendalaminya adalah Raymond Belle, seorang tentara Perancis yang akhirnya bergabung dengan sapeurs-pompiers ( pemadam kebakaran militer). Raymond memperkenalkan pada anaknya (David Belle) tentang methode naturalle dan latihan halang rintang militer. Bersama sahabatnya Sebastian Foucan, mereka berlatih dan bermain bersama di usia 16 tahun. Pada waktu itu, mereka berdua bertemu dengan para remaja seusia mereka yang tertarik dengan apa yang mereka lakukan. Bersama-sama, mereka berlatih dan mengembangkan fisik dan teknik latihan mereka sehingga menjadi sebuah disiplin yang saat itu dikenal dengan nama “Art Du Deplacement”. Mereka terdiri dari David Belle, Sébastien Foucan, Laurent Pitermossi, Yann Hnautra, Charles Perrière, Malik Diouf, Guylain N’Guba-Boyeke, Châu Belle-Dinh, dan Williams Belle.
Pada tahun 1997, mereka akhirnya melanjutkan Art Du Deplacement yang mereka latih dengan menamakan grup mereka dengan sebutan Yamakasi. Awalnya mereka mencari kata-kata yang baik untuk menamakan grup mereka. Mereka menginginkan kata-kata Strong Man atau Strong Body namun sangat susah dan tidak nyaman bila diucapkan, khususnya dalam bahasa Perancis. Disinilah Guylain (yang menjadi Rocket di film Yamakasi) menyebutkan kata “Yamakasi” yang berasal dari bahasa Lingala (salah satu bahasa Congo, Afrika) yang memiliki arti Strong Spirit, Strong Body, Strong Man. Akhirnya mereka memulai menamakan grup mereka dengan sebutan Yamakasi.
Tahun 1998, Yamakasi unjuk gigi dengan menampilkan aksi mereka di film pendek berjudul “Le Message” yang menampilkan seni dan olahraga yang mereka lakukan. Namun setelah penampilan mereka di acara musik “Notre Dame de Paris”, David dan Sebastian mengundurkan diri dari Yamakasi karena hak pendapatan dan perbedaan pendapat dan definisi dari Art Du Deplacement tersebut. Sehingga saat film “Yamakasi” yang muncul pada tahun 2001 terus berjalan tanpa kehadiran mereka berdua.MySpace

David akhirnya menamakan seni disiplin yang dimilikinya dengan nama “Parkour”. Nama tersebut ditemukan oleh David Belle dengan temannya yang bernama Hubert Koundé. Kata Parkour itu sendiri dari kata “parcours du combattant” yang berarti pelatihan halang rintang militer yang sempat digagas Georges Hébert. Kata Parcours “c” diganti menjadi “k” dan “s”nya dipakai untuk menjelaskan filosofi Parkour itu sendiri. “Parkour’s philosophy about efficiency” . Sedangkan istilah Traceur adalah sebuah sebutan untuk para praktisi Parkour. Seseorang bisa dikatakan traceur jika orang tersebut sudah memahami arti, basic, dan filosofi dari Parkour itu sendiri. Traceur berasal dari kata “tracer” yang berarti cepat, mempercepat (to trace/ to go fast).MySpace

David dan Sebastien terus mengembangkan parkour dengan memunculkan beberapa praktisi lain yang akhirnya menjadi team, seperti Stephane Virgoux, Johann Virgoux, Sebastien Goudot, Jerome Ben Roues, Kazuma, Michael Ramdan, Rudy Cuong dengan nama “La Releve”. Team inilah yang mengembangkan parkour yang semula di Lisses yang dikenal sebagai Original Crew atau Original Traceur. Aksi mereka bisa dilihat dalam beberapa video di youtube.MySpace

Untuk memudahkan Parkour dalam bahasa yang lebih umum atau bahasa Inggris, maka Parkour juga biasa diartikan dengan sebutan Free Running. Namun di tahun 2001, perbedaan pandangan antara David Belle dan Sebastian Foucan mengenai prinsip yang harus ditanam dari displin Parkour mulai terlihat. Sehingga akhirnya Sebastian dan beberapa Original Traceur memutuskan untuk memisahkan diri mereka dari dunia disiplin Parkour.
Sebastian Foucan akhirnya menamakan disiplin yang ia bawa dengan sebutan “Free Running”. Sebastian menciptakan kosep dan kepercayaan “Follow Your Way” yang mengedepankan kebebasan bergerak dan kebebasan berekspresi. Konsep Free Running kemudian mulai mewabah daerah Inggris dengan muncul video dokumenter “Jump London” yang menampilkan Sebastian Foucan, Johann Virgoux, serta Jerome Ben Roues. Free running mengedepankan “freedom of movement” yang menampilkan gerakan-gerakan yang indah dan menarik dengan konsep kesenangan pribadi.
Free Running mungkin terlihat lebih personal dibandingkan dua disiplin lainnya. Sebastian menanamkan filosofi yang luar biasa di dalam Free Running bagi mereka yang mencintai kebebasan bergerak untuk mengembangkan dan membebaskan intuisi serta kreatifitas mereka. Free Running berdiri tanpa ada team serta leader, berdiri sebagai satu komunitas Free Running. Dengan prinsip seperti itu, maka Sebastian Foucan didaulat menjadi duta dari komunitas Free Running di seluruh dunia.

Serupa Tapi Tak samaMySpace
Ketiga disiplin ini memang terlihat sama, namun memiliki nilai dan tujuan yang berbeda. Seperti yang dikatakan Laurent Pitermossi dari Majestic Force “parkour, l’art du deplacement, freerunning, the art of movement (seni bergerak)… semuanya merupakan hal yang sama. Semua itu merupakan gerakan dan berasal dari tempat yang sama, bersumber dari sembilan orang yang sama. Hal yang paling membedakan hanyalah bagaimana cara setiap orang bergerak.” Selain itu, ditambahkan oleh komentar Adit Roar yang sempat mendapatkan sumber dari Laurent yang telah menjelaskan pengembangan dari disiplin tersebut. “Waktu umur 16 tahun, lahirlah ADD ( L’art du deplacement). Setelah lebih matang dan mulai beda pemikiran antara art yg mereka kembangkan, barulah mereka memutuskan untuk mengembangkan apa yg mereka percaya dalam diri mereka. Dan untuk membedakannya satu sama lain, mereka berniat menamainya. Disinilah sebuah bagian dimana David memilih Parkour dan Foucan memilih free running. Mereka berdua mengerti satu sama lain, karena mereka mengetahui apa rasanya menjalankan apa yang mereka yakini. Dan itu tidak bisa dirubah”.

Bila memperhatikan dengan apa yang dimaksudkan oleh Laurent, bahwa “yang membedakan bagaimana cara setiap orang bergerak”, maka hal inilah yang akhirnya membedakan beberapa disiplin tersebut. Parkour lebih mengutamakan gerakan yang efisien yang berarti “tidak buang-buang tenaga”. Hal tersebut yang ingin dipertahankan oleh David Belle untuk prinsip Parkour. Seperti yang dikatakannya “parkour merupakan sebuah seni yang dapat menolong kamu melewati berbagai rintangan dari titik A ke titik B hanya dengan menggunakan kemungkinan (kekuatan) tubuh manusia. Pahami bahwa seni ini diciptakan oleh beberapa tentara di Vietnam untuk melarikan diri atau mencapai suatu tujuan: semangat inilah yang saya inginkan tetap berada pada parkour. Kamu harus dapat membedakan antara yang penting dan tidak penting dalam situasi darurat/bahaya. Kemudian kamu akan mengetahui apakah itu parkour atau bukan. Jika kamu melakukan gerakan akrobatik di jalanan tanpa ada tujuan jelas atau hanya sekedar untuk unjuk (pamer) kemampuan, mohon jangan anggap atau katakan bahwa itu adalah parkour. Akrobatik sudah ada jauh sebelum parkour”. Parkour memiliki filosofi untuk bergerak menuju tujuan dengan melewati rintangan dengan gerakan yang efektif dan efisien sehingga prinsip ini dapat digunakan untuk melewati rintangan di rute kehidupan yang dilalui. Setiap traceur bergerak secara nyaman dan mementingkan efisiensi untuk cepat sampai di tujuan.
Sedangkan Sebastian menerapkan sebuah konsep yang menarik untuk Free Running dan setiap praktisi yang menjalani. “Freerunning adalah sebuah evolusi. Bergerak seperti binatang. Bergerak mengalir bagaikan air atau menemukan keseimbanganmu sendiri dengan sebuah filosofi yang benar. Ini adalah bagian dari Free runner. Fokuslah dengan apa yang ada di dalam dirimu melebihi yang ada di luar sana”. Free running lebih bersikap individu yang bergerak untuk menujukkan yang namanya “Kebebasan Bergerak”. Sebastian memberikan filosofi yang berbeda dengan parkour. Bila di Parkour memiliki prinsip bergerak secara nyaman dan mementingkan efisiensi untuk cepat sampai di tujuan, maka Sebastian memiliki pemikiran yang berbeda. Baginya, bukan bagaimana cara cepat sampai di tempat tujuan, yang terpenting baginya adalah bagaimana proses mencapai tujuan tersebut. Maka disinilah Freerunning bergerak tanpa ada point a dan point b. Bergerak sesuka hati dengan gerakan yang enak untuk dilihat dan lebih spektakular. “Untuk apa hanya melompat ke depan kalau bisa melompat dengan cara yang lebih indah dan menarik”.

Disinilah terlihat apa yang membedakan dari setiap masing-masing nama disiplin tersebut. Semua tertuju pada satu sumber, namun dengan pengembangan pemikiran seiring dengan cara berpikir masing-masing founder.
Sebuah Keputusan dan Kesimpulan Apa yang bisa saya ambil dari semua ini?MySpace
 Apa yang bisa diambil dan diserap oleh semua prkatisi yang membaca note ini?MySpace
 Argumen berkepanjangan antara masing-masing disiplin justru yang akan membuat otak, hati dan tubuh kita tertahan untuk tidak berlatih. Hal inilah yang dimaksudkan oleh Dan Edwardes dari Parkour Generation. Sibuk memperdebatkan mana yang benar dan mana yang salah membuat kita tidak mau menghormati sistem latihan kita masing-masing dan menghormati sistem latihan disiplin lainnya. Yang penting adalah, kita semua harus bisa menempatkan diri sesuai yang kita pahami.
Bila anda tertarik dan merasa nyaman dengan Art Du Deplacement dan metodenya, maka berlatihlah dan pahami semua prinsip dan metode yang diterapkan. Bila anda tertarik dan merasa nyaman dengan Parkour dan metodenya, maka berlatihlah dan pahami semua prinsip dan metode yang diterapkan. Begitu pula dengan Free Running. Merasa lebih nyaman dengan Free Running, maka berlatihlah dan pahami semua prinsip, filosofi dan metode yang diterapkan.
Disini saya berbicara sebagai praktisi yang memilih Parkour sebagai disiplin karena saya bergabung dengan “Forum Parkour Indonesia”. Maka metode serta filosofi yang saya ambil dan saya latih adalah parkour. Begitu pula dengan anda yang merasa membawa nama parkour di keseharian ada mulai dari bergabung dengan parkour Indonesia serta memakai pernak-pernik parkour, maka berlatihlah parkour dengan baik sesuai dengan metode yang diterapkan dalam sebuah komunitas di mana anda berada. Semua metode latihan di setiap daerah tentunya sangat berbeda, namun mempunyai disiplin yang sama yang sesuai dengan metode latihan yang sesungguhnya.
Namun bila ada yang tertarik dengan dua bentuk latihan lainnya seperti Art Du Deplacement dan Free Running, maka bentuklah kepribadian dirimu sesuai dengan disiplin yang kamu pilih dan terapkan filosofinya dalam kehidupan. Kita akan berlatih bersama dan saling mendukung dan menghormati satu sama lain tanpa melukai masing-masing disiplin. Karena tiga nama yang terlampir disini merupakan memiliki satu akar yang sama dari tempat dan sumber yang sama.

di tulis oleh: Fadly Bullseye

Sumber ;
Wikipedia
Art Du Depalcement http://www.majesticforce.com
Sebastian Foucan – Freerunning Ambassador http://www.foucan.com/?page_id=65
David Belle Parkour Official Blog http://www.sportmediaconcept.com/parkour/
David Belle and Parkour World Association http://web.archive.org/web/200505080214 … lcome.html
http://www.parkourgeneration.com
video-video dokumenter
dan berbagai sumber lainnya

Breaking The Jump

pernah merasa ragu untuk melakukan suatu lompatan? :b:
tidak bisa bergerak di ketinggian? :a:
ragu untuk mendarat di besi bulat? :i:
saya pernah berada di kesemuanya. bahkan sampai saat ini saya masih punya semua masalah tersebut. lalu apa yang menyebabkan semua itu? kenapa sangat sulit untuk melakukan hal-hal tersebut?
mungkin semua akan mempunyai satu jawaban; “TAKUT” :m: ya takut akan ketinggian, takut akan jatuh, takut gagal, takut akan cedera, dan segala macam rasa takut lainnya. pada perjalanan RDV6 kemarin, saya berkesempatan mengikuti satu buah seminar singkat tentang bagaimana kita berteman dengan rasa takut. saya lebih senang menyebut berteman bukan menghilangkan rasa takut, karena untuk saya rasa takut itu yang menjaga saya.
Dan Edwardes, dan Stephane Vigroux menjadi pembicara di seminar singkat 90 menit ini. “Breaking the Jump” adalah temanya. Breaking the jump bukan berarti kita harus melakukan lompatan, tapi juga berarti kita melakukan sesuatu yang bisa menjadi tantangan untuk diri kita, menghadapi dan berteman dengan rasa takut kita. breaking the jump bisa berarti kita melompati sebuah jarak yang membuat kita takut, bisa berarti  berdiri di ketinggian, mendarat di besi bulat, melakukan keseimbangan di ketinggian, apapun yang membuat kita merasa takut. bagaimana kita menghadapi itu semua?
1. Datangi tempat tersebut
dengan mendatangi tempat yang membuat kita takut secara terus menerus secara tidak sadar kita melatih diri kita untuk bisa menghadapi rasa takut dan sedikit demi sedikit mengenal tempat tersebut. sampai tiba pada saatnya kita datang ke tempat tersebut dan bilang “ini saatnya saya untuk melakukannya”
2. Berlatih di tempat aman
cari tempat yang kira2 menurut teman2 mempunyai karakter yang sama dengan tempat yg menjadi tantangan tapi dengan situasi yang lebih aman. lakukan sebanyak mungkin repetisi sampai pada akhirnya kita merasa nyaman dan percaya diri bahwa saya bisa melakukan lompatan yang sama di tempat yang jadi tantangan tersebut.
3. punya partner berlatih
mempunyai teman yang tahu betul kemampuan kita itu amat sangat membantu, kadang dorongan teman yang tahu betul banyaknya kita latihan bisa memberikan kepercayaan diri ekstra dan juga rasa aman dan nyaman. partner berlatih yang baik akan mampu memberikan penilaian yang baik ketika kita siap atau tidak dalam melakukan suatu lompatan, walaupun pada akhirnya semua keputusan ada di tangan kita.
4. sometimes you have to let it go
ini merupakan saran terbaik menurut saya. kadang ketika kita sudah melakukan semua persiapan dan masih merasa takut, yang harus kita lakukan adalah melepaskan semua rasa takut tersebut dan “lompat”. (tapi tentunya dengan kesiapan yang matang)
ketika kita datang ke tempat tantangan dan tidak berhasil melakukan tantangan tersebut jangan merasa gagal. karena kadang inti dari breaking the jump atau latihan apapun bukan sekedar berhasil atau tidak, tapi seberapa besar kita melakukan usaha untuk bisa berteman dengan rasa takut kita.  at least we tried our best, there are always another time :c: .

by: Willy irawan
PARKOUR INDONESIA

JAMNAS 2019 (Indonesian National Jamming 2019)

Event Nasional dari Parkour Indonesia sudah kembali dengan tuan rumah baru yakni Region Jawa Timur.. U ntuk kalian praktisi-praktisi ...