merupakan acara tahunan dari Parkour Indonesia, yang diselenggarakan di
salah satu kota di indonesia yang ditunjuk menjadi tuan rumah. Secara
garis besar acara Jamming Nasional merupakan sebuah ajang berkumpul,
latihan dan diskusi bersama seluruh praktisi Parkour yang ada Indonesia,
dimana pada acara ini para praktisi diajak untuk lebih saling mengenal
satu sama lain secara langsung dan berbagi pengalaman tentang
perkembangan parkour di masing – masing kota di Indonesia.
Jamming nasional I diadakan pada tahun 2009 yang bertempat di kota
Malang, kemudian dilanjutkan berturut – berturut di kota Bandung,
Yogykarta dan Surabaya. Untuk acara Jamming Nasional Parkour Indonesia tahun 2013, Parkour Bali mendapatkan kesempatan untuk menjadi tuan rumah
Jamming nasional ke V dengan tema Tri Hita Karana.
Tri Hita Karana merupakan konsep filsafat dari Bali yang telah
diterapkan pada kehidupan masyarakat Bali. Konsep ini mengajarkan kepada
kita tentang keseimbangan hubungan yang bersifat timbal balik antara
manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesamanya, dan manusia dengan alam
atau lingkungannya. Jadi, penghayatan dan pengamalan yang terpadu secara
seimbang dari ketiga unsur tri hita karana ini akan mengantarkan pada
keseimbangan, keselarasan, dan keserasian hidup yang memberi kebahagiaan
lahir batin. Hakikat dari filosofi tri hita karana adalah mengajarkan
sikap hidup yang seimbang antara bakti kepada Tuhan, menghormati,
mengasihi atau melayani antar sesama, dan menjaga kelestarian lingkungan
alam.
Dengan menggunakan konsep Tri Hita Karana ini diharapakan para
praktisi parkour yang mengikuti Jamnas kali ini sadar bahwa tidak hanya
pengembangan dan potensi diri saja yang harus di utamakan, melainkan
juga, keselarasan antara sesama Manusia, Alam dan Tuhan.
Jamming Nasional kali ini akan diadakan pada tanggal 11,12,13 Oktober 2013 di Bali.
Dikarenakan pada tanggal tersebut akan menyambut liburan Idul Adha di
tanggal 15. Jadi bagi praktisi yang mau lanjut liburan bisa extend untuk
mengeksplor bali *dengan biaya dan akomodasi sendiri*.
- 20 April – 10 Mei Pelunasan Biaya Pendaftaran JAMNAS 2013
Biaya Peserta :
- Rp.450.000
Biaya Termasuk :
- Penginapan
- Transportasi selama kegiatan
- Konsumsi
- Kaos + Baller Id
- Indoor Training
- Instruktur Berpengalaman
- Wisata Belanja
- Sertifikat
Supaya Kegiatan Jamming Nasional kali ini berjalan dengan tertib maka
peserta Jamming Nasional akan dibatasi untuk tiap kota. Jadi buruan
pastikan kamu terdaftar.
Dan untuk semua teman-teman yang akan berpasrtisipasi dalam Jamnas kali
ini diharapkan untuk mempersiapkan fisik dan stamina yang prima. Agar
pada saat acara berlangsung tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
*Jamnas kali ini terbuka untuk umum
*Pendaftaran dilakukan secara online secara perorangan baik untuk komunitas maupun umum
*Tidak menutup kemungkinan praktisi parkour dari negara tetangga untuk hadir.
*DP yang sudah terbayar tidak dapat dikembalikan.
*Terbuka untuk menjadi SPONSOR acara Jamming Nasional Parkour Indonesia
2012, berminat menjadi sponsor? Hubungi Chandra (085737640459) Tama
(081214520352)
Update
INFO PENDAFTARAN DAN PEMBAYARAN: Gelombang 2 : 29 April - 7 Juni Gelombang 3 : 10 Juni - 5 Juli * Gelombang 3 hanya dibuka khusus untuk pelunasan (Gelombang 1&2) atau langsung melakukan pembayaran FULL
Sejak kapan melintasi sebuah tembok sepanjang 30 meter dengan seorang
anak menggantung di punggung Anda menjadi hal yang kurang penting
dibandingkan melompat sejauh 18 kaki diantara dua gubuk dengan
‘pendaratan seperti di kotak pasir’? Saya tidak peduli dengan langkah
panjang dan bersuara nyaring anda, pria berusia 43 tahun itu yang
berumur dua kali lipat dari Anda, dua kali lebih kuat, serta ketika
turun dari ketinggian 2 meter tidak menghasilkan suara sedikitpun.
Hal-hal yang harus dihiraukan dalam parkour, ternyata tidak dihiraukan
-dan hal-hal yang secara luas dianggap mengesankan tidak lagi dianggap,
setelah Anda menggaruk permukaannya. Sistem nilai kita telah dirusak.
Terkadang saya mencoba melihat parkour dari sudut pandang netral, seolah-olah saya belum pernah mendengar parkour sebelumnya.
Apa yang akan saya pikir jika saya menemukan Parkour sekarang sebagai
anak berumur 17 tahun, pada tahun 2012? Saya membayangkan diri saya
akan berpikir bahwa parkour tampak seperti menyenangkan dan saya mungkin
akan menemukan diri saya ditarik ke bagian dari parkour namun saya akan
melihat sesuatu yang sangat berbeda dari yang saya lihat 9 tahun yang
lalu dan saya tahu hal itu tidak akan semenarik bagi saya dibandingkan
dulu.
Jika Anda telah selesai membaca artikel ini dan percaya akan
nilai-nilai yang saya yakini dapat ditemukan dalam parkour, maka semoga
Anda akan setuju bahwa jika kita tidak melakukan upaya lebih untuk
berbagi, maka nilai-nilai tersebut akan hilang. Pendatang baru hanya
akan melihat lompatan besar ketimbang suatu praktik yang mudah diakses
dan sangat serbaguna bagi siapa saja yang memiliki keinginan akan
tantangan, menguji dan memperbaiki diri sendiri. Apa yang saya lihat di parkour pada tahun 2003, pada umur 17:
Segelintir elit dengan gerakan berkualitas dan perhatian yang
terperinci dalam setiap tindakan yang hanya dapat dicapai melalui ribuan
jam praktik dan latihan mandiri.
Semangat bak pejuang tak gentar ketika berlatih dan pendekatan dalam
menghadapapi tiap tantangan, baik fisik, teknis maupun mental.
Sebuah komunitas yang positif dan berkembang terinspirasi oleh orang-orang yang sebelumnya telah berkecimpung.
Sebuah sistem pelatihan dan komunitas yang menghargai semua aspek
parkour secara setara, dan kesadaran kolektif yang tertarik pada praktik
parkour untuk seumur hidup, bukan sekedar untuk beberapa bulan.
Apa yang saya lihat pada tahun 2012, pada umur 26:
Sebuah peningkatan besar dalam jumlah orang berlatih di seluruh dunia.
Lompatan-lompatan besar.
Pendaratan yang buruk.
Kompetisi.
Beberapa orang berpegang teguh pada cara-cara lama dan meragukan alasan mereka untuk melakukannya itu…
dan, pada akhirnya, pergeseran dalam apa yang dihargai dalam parkour.
Beberapa orang inilah serta pergeseran dalam apa yang dihargai di parkour yang menjadi kepedulian saya.
Saya bertanggung jawab untuk membiarkan pergeseran ini terjadi tanpa
tentangan, sebagaimana orang lain dari ‘generasi saya’. Kami semua
berdiri dan membiarkan Parkour berkembang dan berubah dan tumbuh di
Internet tanpa pasang badan dan berkata, “Tunggu sebentar, itu bagus …
tapi bagaimana dengan semua bagian lain dari Parkour yang membuat saya
jatuh cinta? Di mana mereka ? “
Saya mencoba untuk melatih dengan nilai-nilai yang saya bicarakan ini
dalam pikiran ketika saya bekerja dengan orang lain dan saya juga tahu
banyak pria dan wanita yang berpengalaman dalam parkour melakukan hal
yang sama, tapi itu tidaklah cukup untuk menjaga nilai-nilai yang
sebagian dari kita sayangi dengan teguh yang terkandung pada beberapa
kelas parkour di beberapa kota di seluruh dunia. Ada kebutuhan untuk
menunjukkan ini dalam skala yang lebih besar jika kita ingin menjaga
hidup nilai-nilai ini, dan yang lebih penting kita perlu membuat
pernyataan yang cukup besar sehingga kita dapat ditemukan oleh
orang-orang yang datang ke parkour untuk pertama kalinya mencari lebih
dari sekedar lompatan besar.
Dalam beberapa tahun terakhir, bukannya memegang teguh serta percaya
pada apa yang kita hargai dalam parkour seperti ketika kita pertama kali
menemukannya, hari demi hari, video demi video, nilai-nilai tersebut
sedang dirusak dan bahkan beberapa orang yang masih percaya Parkour itu
untuk semua orang pada akhirnya merasa seperti mereka tertinggal dalam
latihan mereka, tidak sebagus si anak baru, atau karena si orang baru
dapat membuat lompatan itu dan Anda berpikir Anda tidak bisa, atau
mungkin Anda bahkan tidak mau.
Tetapi jika Anda mengingat apa yang Anda hargai pada pertamakali,
maka Anda tidak akan peduli tentang tidak mampu melompat sejauh ‘orang
baru itu’. Ingat apa yang Anda pernah pikirkan? Apa pun lompatan, besar
atau kecil … tanpa pendaratan yang baik? Kapan mengembangkan climb up,
push-up handstand, squat max, quadrupedie Anda dan rekor dead-hang Anda
menjadi hal yang kurang memuaskan daripada meningkatkan lompatan lari
Anda ..?
Saya telah melihat berbagai kelompok orang berlatih bersama dan
menyinyir kepada orang dibelakangnya yang sedang bersusah payah
memperkuat pull-up-nya dengan jaket pemberat. Sejak kapan hal yang ia
lakukan itu menjadi bagian yang inferior dari Parkour?
Tantangan fisik bukanlah hal yang baru di dunia parkour. Selama
Parkour ada, tantangan fisik selalu menjadi bagian darinya. Bahkan,
beberapa dari Anda sudah menyadarinya, jauh sebelum lompatan menjadi
sorotan, tantangan-tantangan fisik adalah Parkour.
Tidak sebegitunya lagi. Tantangan fisik (bahkan, latihan fisik) adalah spesies langka dari parkour.
Dengan pergeseran penekanan selama beberapa tahun terakhir ini, Parkour
bukanlah lagi tempat ujian yang sempurna untuk mencari tahu dari apa
seseorang terbuat secara fisik, teknis, mental … dan emosional.
Sekarang ini sudah bukan lagi soal apakah Anda dapat berlari ke kota
lain dan kembali pada sebuah petualangan sebelum matahari terbenam,
bukan lagi tentang apakah Anda dapat mendorong mobil tua itu keatas
bukit dengan teman-teman Anda yang telah bersama-sama tertawa dan
menangis sepanjang hari… dan bukan lagi mengenai menghargai kemampuan
untuk melompat ke dahan pohon basah jika sewaktu-waktu Anda harus
menyelamatkan salah satu teman Anda yang terjebak disana.
Parkour sekarang dipandang oleh sebagian besar sebagai ‘suatu
panggung’ untuk orang berbakat, kesempatan bagi orang untuk menunjukkan
kepada dunia bahwa mereka bisa melompat lebih jauh dari orang lain, dan
mereka yang terbang dari berbagai belahan dunia untuk melakukan lompatan
yang sama yang telah dilakukan oleh beberapa orang lain dalam video
yang dia buat tahun lalu, oh tunggu, bahkan anda bisa melakukan
side-flip di lompatan tersebut.
Saya melihat kompetisi menampilkan ‘atlet terbaik Parkour’ dunia dan
‘juara dunia’ mampu berlari kesana-kemari selama 37 detik berusaha untuk
melakukan sesuatu yang lebih mengesankan daripada orang sebelumnya
sebelum waktunya habis, atau sebelum mereka kehabisan stamina. 37 detik
dari penampilan yang tidak berarti? Saya mengenal dan berlatih dengan
pria dan wanita yang bisa bertahan 37 menit pada tingkat intensitas yang
sama…
Siapa yang membiarkan omong kosong ini menyelinap masuk tak
tertantang? Kapan ini menjadi suatu hal untuk difokuskan? Sejak kapan
melompat lebih jauh dari orang lain menjadi hal yang sangat dihargai
dalam parkour? Sejak kapan berpergian ke lokasi latihan orang lain dan
mencoba untuk meniru gerakan seseorang menjadi sebuah tujuan? Saya benci
mengatakannya, tapi kita membiarkan omong kosong ini masuk. Hari dimana
kita mulai meragukan diri kita sendiri dan bertanya-tanya apakah
memiliki lompatan besar mungkin suatu hal yang penting.
Berikut ini adalah Jesse Owens melompat sejauh 26 kaki (dan 5/8 inci) pada tahun 1936, Berlin, Jerman …
Lompatan tersebut merupakan lompatan besar bahkan oleh standar dan
metodologi pelatihan tingkat tinggi saat ini.. dan lompatan itu jauh,
lebih jauh daripada lompatan di antara dua dinding yang pernah dilakukan
praktisi Parkour. Jadi mengapa komunitas Parkour (dan bahkan di dunia)
sangat terkesan ketika seseorang melompat 18 kaki antara dua bangunan
dan roboh seolah-olah ada kotak pasir seperti tempat Jesse mendarat di
sisi jauh? Apakah karena mereka cukup berani untuk melakukannya melewati
‘gap’ tersebut? Dalam kebanyakan kasus, ketakutan mereka akan jatuh
hanya dikalahkan oleh pikiran akan diabadikannya di YouTube ditonton
ribuan orang dalam piyama mereka. Apakah itu ide Anda akan keberanian?
Jika ya, silahkan tutup halaman ini sekarang karena tidak ada apa-apa di
sini untuk Anda.
Tetapi memiliki alasan pribadi dan nilai untuk melakukan lompatan
dengan risiko yang ditanggung demi membuktikan sesuatu untuk diri
sendiri serta mengatasi ketakutan dan keraguan diri sendiri, untuk
bertindak ketika segala sesuatu dalam diri Anda ingin berhenti dan
pulang HANYA untuk memperbaiki diri sendiri, hal ini menunjukkan
keberanian dan tekad. .. dan ini adalah beberapa nilai-nilai yang
membangun Parkour. Nilai-nilai sama yang menghilang di depan mata kita.
Berlari dan mendorong diri anda sekeras mungkin demi untuk memukau sisi
lain di internet atau karena teman Anda melakukannya, hanya menunjukkan
kenekatan dan menjanjikan umur pendek dalam parkour.
Saya ingin berpikir bahwa mayoritas orang yang membaca ini akan
setuju bahwa parkour bukanlah Parkour tanpa beberapa nilai-nilai
tersebut. Nilai-nilai seperti keberanian, tekad, daya tahan, kekuatan,
disiplin, dedikasi dan umur panjang. Nilai-nilai seperti kerendahan
hati, dan altruisme. Integritas.
Ada banyak cara yang bisa kita bantu secara positif untuk menyalurkan
masa depan disiplin ini namun sekaligus menolak untuk mengizinkan
nilai-nilai seperti ini menjadi hilang dalam praktik latihan merupakan
awal yang baik, dan tempat yang mudah untuk memulai.
Kita dapat menginspirasi praktisi generasi mendatang dan memungkinkan
mereka untuk melihat bahwa Parkour lebih sekedar lompatan besar dengan
tidak membiarkan pendapat kita tertidur.
Berkomentarlah pada video, meng-upload video Anda sendiri, menulis
artikel, melatih, berbicara, melakukan perjalanan dan melatih Parkour
dengan cara yang Anda percayai serta membiarkan orang melihat sisi itu
ke manapun Anda pergi. Mewakilinya. Jadilah itu.
Nilai-nilai ini tidak harus menampakkan diri sebagai suatu tantangan
seperti yang saya sebutkan sebelumnya, namun pada akhirnya satu-satunya
cara agar kita dapat secara signifikan tumbuh adalah dengan menghadapi
kesulitan dan beradaptasi untuk mengatasinya. Ini mungkin suatu bentuk
‘breaking a jump’, dalam melakukan sesuatu yang menakutkan Anda namun
Anda percaya itu risiko yang layak untuk mengatasi rasa takut Anda dan
menguji kemampuan Anda.
Mungkin akan menjadi persoalan teknis. Mungkin soal mengulangi running
jump ke pagar tipis dan berusaha mendarat dengan sempurna 3 kali
berturut-turut. 10 kali berturut-turut. 50.
Atau mungkin pada akhirnya itu akan menjadi suatu tantangan fisik.
Mungkin Anda akan mengambil salah satu latihan favorit Anda dan menguji
diri sendiri dan melihat seberapa jauh Anda bisa melakukannya. Lihat
berapa banyak pengulangan yang dapat Anda lakukan dalam 10 menit atau
berapa banyak berat badan Anda dapat diangkat setelah mendedikasikan 6
bulan latihan khusus.
Tidak masalah apa tantangannya, yang penting ialah Anda menghadapi
tantangan secara teratur jika Anda benar-benar ingin menguji diri
sendiri dan melihat Anda terbuat dari apa. Konfrontasi dan keinginan
mengatasi tantangan adalah jantung parkour dan berdenyut lebih lambat
setiap tahun di komunitas. Paparan teratur terhadap tantangan seperti
inilah yang membangun dan menanamkan nilai-nilai tersebut pada
orang-orang.
Hal yang tidak orang-orang sadari adalah bahwa anak yang berusia 19
tahun yang bisa melompat 18 kaki antara dua dinding setelah berlatih
satu tahun akan lebih mungkin tidak berada di sini lagi dalam beberapa
tahun. Hanya beberapa orang yang bertahan lebih dari sekedar beberapa
tahun dalam permainan ini, mungkin karena cedera, ketertarikkan memudar
atau hambatan lain yang tak terhitung. Jadi sementara apa yang dia
lakukan adalah mengesankan, ya .. apa yang Anda lakukan dalam latihan,
‘menjadi dan bertahan’, selama 10 tahun ke depan, 20 tahun … dan banyak
lagi, masih kuat, masih berkembang, masih berlatih dan menikmati parkour
.. jauh lebih mengesankan bagi saya. Ini adalah nilai-nilai dan tujuan
yang mengesankan saya yang ada pada beberapa orang elit yang saya
sebutkan sebelumnya dan ini adalah hal-hal yang tidak ingin saya lihat
menghilang ketika tahun-tahun berlalu.
Jangan meminta maaf atas nilai-nilai yang Anda percayai dan yang
terpenting jangan biarkan parkour untuk kehilangan jati dirinya jika
Anda percaya padanya. Parkour akan berkembang dan menjadi apa yang ada
di mata publik, tetapi pegang erat-erat dengan apa yang Anda anggap
penting karena Anda tidak sendirian.
Jangan biarkan nilai-nilai itu mati atau generasi berikutnya mungkin
tidak akan pernah melihat atau mengalami apa yang Anda lihat dan lakukan
ketika Anda menemukan parkour. Biarkan tantangan dan umur panjang
membentuk latihan Anda, tujuan Anda dan motivasi Anda. Tetapkan
tantangan pribadi Anda, bahkan beberapa yang mungkin mustahil, bahkan
pada mereka Anda akan belajar banyak. Ingat tantangan bukanlah tantangan
jika Anda tahu Anda dapat melakukannya. Dobrak diri sendiri, undang
keraguan dan ketidakpercayaan seperti musuh lama dan buat mereka menjadi
teman-teman Anda. Menghadapi rintangan yang tampaknya tak teratasi,
sesering mungkin.. dan Anda akan tumbuh menjadi orang yang lebih kuat.
Jika Anda ingin mengulangi lompatan kecil ke dinding yang tertutupi
oleh lumut untuk sepanjang hari sampai Anda bisa melakukannya dengan
mata tertutup .. hey teman, Anda tidak sendirian. Saya ingin mengulangi
lompatan itu dengan Anda. Tapi mari kita lakukan 50, hanya untuk
memastikan. Dan satu lagi untuk orang lain yang tidak bisa bergabung
dengan kita. Itu akan lebih baik bagi kita berdua ketimbang melakukan
lompatan besar sementara Anda memegang kamera.
Sekarang kita adalah minoritas, tetapi bersama-sama kita masih
merupakan persentase berpengaruh dari orang-orang yang mengatakan mereka
berlatih parkour. Kita masih dapat membiarkan pesan kita didengar untuk
semua yang datang ke parkour sekarang, dan dalam beberapa tahun ke
depan.
Ini adalah Seruan Bangkit (A Call to Arms) bagi mereka masih saya
mempertimbangkan untuk menjadi garda depan parkour. Saatnya sekarang.
Membuat perbedaan dengan menunjukkan serta berbagi dan menjadi sisi lain
dari parkour yang Anda kenal dan cintai. Sisi yang telah dilupakan
sebagian selagi disiplin ini berkembang.
Blane
Setelah sempat vakum pada UrbanFest 2011, Parkour Indonesia
hadir kembali melalui sub-grubnya untuk wilayah Jakarta, Indonesia, Parkour Jakarta, dalam acara tahunan Urbanfest 2012. Sukses bagi Parkour Jakarta dan UrbanFest Indonesia untuk acaranya.
Bagi para praktisi dan peminat Parkour/Freerun di wilayah Jakarta dan
sekitarnya, atau kebetulan akan berkunjung ke Jakarta pas acara
berlangsung. Silahkan datang untuk mengenal Parkour dan Parkour
Indonesia diwakili oleh teman-teman kami, Parkour Jakarta
Parkour dalam esensinya, adalah sebuah seni bergerak : sebuah
disiplin dimana kita bergerak secara cepat dan efisien dalam mengatasi
rintangan, bergerak dari titik A ke titik B. Tidak ada kekurangan
inspirasi dari semua traceur elite di seluruh dunia, dan yang paling
terkenal dari pendiri David Belle. Bagaimanapun, jumlah dari praktisi
wanita dalam disiplin ini, walaupun meningkat, tapi masih cenderung
kecil. Artikel singkat ini bertujuan untuk memberikan beberapa masalah
yang mungkin dihadapi para wanita ketika memulai Parkour dan memberikan
beberapa saran/solusi umum kepada seluruh traceuse/praktisi wanita
diluar sana.
The art of escape / Seni melarikan diri
Parkour
memperbaiki refleks dan kesadaran fisik. Parkour mempunyai potensi
sebagai bentuk terbaik self-defense yang bisa dimiliki semua wanita
ketika berjalan atau berlari sendirian, karena praktisi Parkour yang
terlatih akan mempunyai banyak pilihan yang terbuka ketika keadaan
tidak menguntungkan seperti ketika diserang atau dikejar. Dalam keadaan
seperti ini, rintangan seperti tembok-tembok, gerbang, dan rail tidak
akan menjadi hambatan bagi traceuse, tapi akan menjadi rute-rute untuk
melarikan diri.
Preparation / Persiapan
Seperti
halnya seni beladiri, Parkour memerlukan dedikasi dari para
pelajarnya. Bagaimanapun memakai pakaian yang tidak menghambat gerakan
dan sepatu yang mempunyai cengkeraman yang baik akan memastikan bahwa
fokus anda adalah murni dalam kinerja anda dan bukan pada peralatan
anda.
Problems encountered /Masalah-masalah yang dihadapi
Meskipun
menjadi seorang wanita membawa keuntungannya tersendiri, dimana ada
beberapa faktor yang jelas yang harus diperhatikan oleh para wanita:
terutama fakta bahwa para lelaki biasanya mempunyai kekuatan bagian
atas tubuh yang lebih dari pada para wanita. Ini berarti menarik berat
badan sendiri bagi para wanita akan lebih sulit/menantang dan tentunya
akan sangat melelahkan tanpa pengkondisian yang cukup. Jadi, ketika
seorang wanita memulai untuk berlatih Parkour, gerakan-gerakan yang
memerlukan penggunaan kekuataan tubuh bagian atas terbukti akan lebih
sulit. Contohnya ketika melakukan “climb up” setelah ‘saut de bras’(cat
leap) dan ‘passe-muraille’ (melewati tembok-tembok, dimana untuk
tembok yang lebih tinggi/besar melibatkan daya dorong ke atas tembok
untuk membantu memanjatnya). Dengan masalah seperti ini, adalah sebuah
ide yang bagus melatih kekuatan tubuh bagian atas dengan latihan di
rumah atau di gym.
Perbedaan-perbedaan lain yang harus
dipertimbangkan adalah bahwa para lelaki tidak mudah untuk memar, tidak
terlalu memperhatikan cedera kecil di bagian badan dan mempunyai
sendi-sendi yang lebih cocok untuk kekuatan. Namun, ini tidak berarti
bahwa secara potensi para wanita tidak mampu.
Advantages of the female build / Keuntungan dari tubuh wanita
Dimana
ada kelemahan, disana juga ada keuntungan menjadi wanita. Yang paling
terlihat, wanita mempunyai kelenturan natural yang lebih hebat daripada
para lelaki, ini berarti lebih banyak penambahan pada sendi-sendi dan
otot tanpa adanya cedera. Dengan tubuh yang lebih kecil juga bisa
terbukti berguna dalam gerakan-gerakan tertentu, seperti berlari dan
melompat melewati ruang yang kecil dengan cepat.
Heightened awareness regarding injury / Meningkatkan kesadaran ketika cedera
Masalah
yang harus digarisbawahi ketika memulai Parkour, tanpa melihat masalah
gender, adalah bagaimana untuk menghindari cedera. Melakukan streching
sebelum dan setelah sesi latihan Parkour adalah sangat penting dan
akan mengurangi kemungkinan cedera pada otot sebelum cedera dan
menghilangkan asam lactic setelah berlatih (adalah asam lactic dalam
otot yang menyebabkan kesakitan di hari berikutnya). Saya
merekomendasikan melakukan strecthing selama 15 s/d 20 menit sebelum
memulai latihan dan 10 menit setelah selesai latihan.
Bagaimana
anda mendarat adalah hal yang sangat penting dalam Parkour, dan
beberapa gerakan dasar yang harus dilatih seperti rolling ketika kita
turun dari ketinggian dan mendarat pada landasan yang lebih kecil.
Pendaratan yang baik akan mencegah sakit pada lutut dan betis dan dalam
jangka panjang akan melindungi sendi-sendi anda dari cedera.
Fears / Ketakutan
Setiap
orang mengalami ketakutan pada titik tertentu ketika berlatih Parkour.
Tubuh kita mempunyai mekanisme keselamatan alami yang mencegah kita
dari mencederai diri sendiri dan seperti yang anda bayangkan, berlari
dan melompat melewati/ke arah dalam/kea rah atas objek-objek dan untuk
memulainya dirasakan bukan sebuah tindakan yang wajar/natural. Oleh
karena itu, pada awalnya, para praktisi mempunyai ketakutan-ketakutan
untuk diatasi. Dengan berlatih, kepercayaan pun tumbuh; sangatlah
penting bahwa anda mendorong tubuh anda sejauh mungkin untuk bisa
merasakan kepercayaan bahwa anda bisa melakukannya dan jangan pernah
membiarkan siapapun membuat anda merasa terpojok untuk mencoba sesuatu
yang anda sendiri belum yakin bahwa anda siap untuk melakukannya.
Selalu akan ada lain hari untuk mendorong level anda dan menghadapi
ketakutan-ketakutan anda.
Progression / Kemajuan
Bukanlah
sesuatu yang tidak wajar dalam Parkour untuk melewati fase-fase dalam
latihan anda, dimana kemajuannya terasa lambat dan kemudian semakin
cepat. Ini muncul karena akan membutuhkan waktu untuk pikiran anda
untuk mengimbangi kemampuan fisik anda. Kemampuan badan anda mungkin
telah berkembang kepada titik dimana anda sadar bahwa anda mampu untuk
menghadapi obstacle-obstacle yang lebih menantang atau teknik yang
lebih sulit. Namun, bagian paling sulit dalam kemajuan adalah
mengaParkour dalam esensinya, adalah sebuah seni bergerak : sebuah
disiplin dimana kita bergerak secara cepat dan efisien dalam mengatasi
rintangan, bergerak dari titik A ke titik B. Tidak ada kekurangan
inspirasi dari semua traceur elite di seluruh dunia, dan yang paling
terkenal dari pendiri David Belle. Bagaimanapun, jumlah dari praktisi
wanita dalam disiplin ini, walaupun meningkat, tapi masih cenderung
kecil. Artikel singkat ini bertujuan untuk memberikan beberapa masalah
yang mungkin dihadapi para wanita ketika memulai Parkour dan memberikan
beberapa saran/solusi umum kepada seluruh traceuse/praktisi wanita
diluar sana.
Artikel ditulis oleh Liv Rowlans aka Flame
Original Posted by Adit Roar at www.parkourindonesia.web.id/forum
Translated by : Ullie Mahardi (Parkour Bandung)
Foto
: Tracey Tiltman. Parkour Generations ketakutan-ketakutan anda,
tidak perduli semampu apa anda. Saat-saat seperti ini bisa membuat anda
sangat frustasi, Tapi bagaimanapun, dengan melatih mental dan tidak
memperlambat latihan anda, hal ini akan bisa diatasi relatif lebih
cepat.
Walau ini adalah berita lama namun masih layak untuk di muat, karana saya pikir ini bisa sebagai wawasan bagi temen2 untuk tidak menganggap Parkour itu EXSTRIM.....
Jakartapress.com - Melihat atraksi loncat-meloncat dari atap gedung satu ke gedung lain, pasti membuat jantung berdebar. Tapi kengerian itu berubah menjadi rasa takjub tatkala loncatan itu dilakukan dengan indah dan gesit.
Ya, itulah atraksi dilakukan Komunitas Parkour, memukau puluhan pasang mata yeng melihat atraksi mereka.
Atraksi parkour memang tergolong baru di Indonesia. Banyak orang belum
tahu tentang Parkour, bahkan memandang Parkour sebagai olahraga ekstrim
karena dilakukan sekelompok pemuda yang kerap berjingkrak-jingkrak yang
dianggap kurang kerjaan.
Sedikit tentang sejarahnya, Parkour ditemukan oleh warga negara
Perancis bernama David Belle. David mengenalkan Parkour, dengan tujuan
melatih efisiensi gerakan membentuk badan dan pikiran seseorang agar
dapat menghadapi rintangan-rintangan dalam kondisi yang berbahaya
sekalipun.
Di Prancis, Parkour bukan suatu hal yang baru, dan Parkour sering
disebut l’art du dplacement oleh warga setempat. Karena membuminya,
Parkour pun pernah diangkat dalam sebuah film layar lebar Prancis,
dengan judul Yamakasi yang diambil dari kisah kelompok Parkour,
Yamakasi.
MERAMBAH INDONESIA
Terinspirasi dan kagum akan cerita yang mengisahkan anak-anak Yamakasi di Perancis sana, Parkour pun mulai merambah ke Indonesia, termasuk
Jakarta. Bahkan, millis sekelompok anak muda pecinta Parkour pun telah
dibuat.
“Kita membuat millis Parkour, tentu saja untuk membahas kesamaan hobi
yang bertujuan membuat komunitas Parkour, karena kita ingin
memasyaratkan Parkour di Indonesia berawal di Jakarta,” kata Muhammad
fadli, salah seorang pengurus Parkour
Dijelaskan Fadli, sejak membuat millis Parkour pada Agustus 2007 lalu,
komunitas ini makin bertumbuh pesat. Bahkan. mengagendakan latihan rutin
pada hari Minggu di Gelora Bung Karno, Jakarta, jumlah anggotanya pun
kian bertambah.
"Saat ini lebih dari seratus anggota, tapi hanya sekitar 80 orang yang aktif," jelasnya.
Menurutnya, dengan mengusung misi 'Memasyarakatkan Pakour dan
Mem'Pakour'kan Masyarakat', Komunitas Pakour tak hanya ingin mengajak
warga Jakarta belajar Parkour, lebih dari itu, ingin mempertunjukan
bahwa Parkour merupakan sebuah hobi yang menampilkan gerakan seni yang
indah dan atraktif. [herlin/n]